LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

'Kalau bisa pemerintah ajak semua pemain e-commerce dunia'

"Kalau Indonesia semakin terbuka melatih orang kita untuk memiliki sense of survival."

2016-09-22 07:04:40
E-commerce
Advertisement

Perdagangan elektronik atau e-commerce memang berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir ini. Pemicunya, pertumbuhan penetrasi internet ditengah 250 juta penduduk Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat nilai transaksi e-commerce di Indonesia sudah mencapai USD 4,89 miliar pada 2016. Meningkat ketimbang tahun lalu sebesar USD 3,56 miliar.

Berdasarkan itu, pemerintah pun berani memasang target transaksi e-commerce mampu menembus USD 130 miliar pada 2020. Untuk mencapai itu, pemerintah telah menyusun petajalan yang kini tinggal menunggu disahkan menjadi Peraturan Presiden.

Advertisement

Chief Executive Officer MarkPlusHermawan Kartajaya mendorong pemerintah untuk melibatkan banyak nama besar guna mengoptimalkan implementasi petajalan e-commerce. Dia menyambut baik langkah awal pemerintah dengan meminta Jack Ma, pendiri Alibaba, untuk menjadi penasihat e-commerce Indonesia.

"Kalau bisa semua pemain e-commerce dunia diajak, Kalau Indonesia semakin terbuka melatih orang kita untuk memiliki sense of survival," katanyaseusai menjadi moderator peluncuran pasarprodukbumn.com, marketplace bentukan PT Rajawali Nusantara Indonesia, Jakarta, Senin (19/9).

Pakar pemasaran itu menilai kehadiran Jack Ma dan nama besar lainnya bisa melatih pelaku industri e-commerce Indonesia untuk berkompetisi. "Dalam bisnis itu, if you cannot beat them, join them. Kolaborasi itu kan bisa juga dengan kompetitor."

Advertisement

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Aulia E. Marinto mendukung keputusan pemerintah merangkul Jack Ma dan nama besar lain sebagai penasihat. Sepanjang, keputusan itu bisa mengakselerasi pengembangan e-commercer Indonesia.

"Kalau kami bicara dari sisi e-commerce, jangan sampai ada yang merugikan kita. Tetapi yang jelas, kami mendukung langkah pemerintah karena itu bisa memercepat," katanya saat dihubungi kemarin.

"Namun, kalau ada indikasi negatif, kami bakal bilang ke pemerintah untuk tidak memakai penasihat tersebut yang terindikasi negatif nantinya."

Di sisi lain, bos Blanja.com tersebut juga mendorong pemerintah segera mengumumkan nama besar lain yang akan dijadikan penasehat. Ini guna mencegah berkembangnya persepsi negatif di masyarakat terkait penunjukkan Jack Ma.

"Kalau saat ini kan kesannya hanya Jack Ma. Padahal pemerintah menginginkan tidak cuma Jack Ma saja, tapi beberapa expert e-commerce, baik internasional maupun lokal."

Kritik tajam datang dari Nonot Harsono, Chairman Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Menurutnya, penunjukan orang asing menjadi penasihat e-commerce Indonesia melukai martabat bangsa.

"Kalau formatnya itu forum e-commerce Indonesia, lalu hasil diskusinya dipakai pemerintah itu sudah cukup bagus," katanya saat dihubungi terpisah.

"Saya bilang dari awal, belum ada satu pun orang asing menjadi Penasehat. Jack Ma bisa masuk Museum Rekor Indonesia sebagai orang asing pertama yang menjadi penasihat sebuah negara besar yang berdaulat."

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.