LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Kabar duka dari Kampung Janda

"Dia yang sedang memahat di ketinggian sekitar 40 meter. Tiba-tiba longsor, Jadi weh ketiban," kata Yati

2016-06-29 07:09:00
Bogor
Advertisement

Enam bulan yang lalu menjadi awal duka bagi keluarga Yati, 35 tahun. Suaminya bernama Uyeh ditemukan tak bernyawa saat bekerja menambang bahan membuat batako di galian Loji, tambang karst adalah bahan baku batako, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tepat di kampung Panyarang lokasi tempat pertambangan galian tersebut banyak memakan korban, salah satunya suami Yati. Tak heran kampung tersebut dijuluki sebagai 'kampung janda'. Yati bercerita, awalnya tidak mengetahui bahwa suaminya meninggal akibat tertimbun longsor bahan baku batako dan menyeret suaminya ke dasar tebing.

"Saya enggak tau cerita awalnya gimana, tapi kata teman kerja suami saya. Dia yang sedang memahat di ketinggian sekitar 40 meter. Tiba-tiba longsor, Jadi weh ketiban," kata Yati sambil mengelus anaknya ketika ditemui merdeka.com, Senin lalu.

Sebelum kejadian yang menimpa suaminya, firasat buruk sudah dirasakan Yati. Sehari sebelum suaminya menghadap sang khalik, Uyeh sempat menolong temannya sesama penambang terkena longsoran. Bahkan mengantarkan hingga rumah sakit. "Nah , besoknya suami saya yang kena tiban. Saya juga baru dikasih tahu sore, jam Iima," kata Yati.

Yati menceritakan ketika suaminya biasa menambang galian Loji dari jam delapan pagi hingga jam dua belas siang. amun hingga jam empat sore tak kunjung pulang ke rumah. Dia dan anak-anaknya pun bertanya-tanya.

"Saya dikasih tahu jam lima sore, pas dibawa ke rumah badannya masih kotor dan banyak bekas pasir (bahan dasar batako) dan kondisinya sudah tidak bernyawa. Merinding saya," kata Yati sambil mengelus-elus karena merinding mengingat kejadian tersebut.

Yati merasa kecewa kepada pemilik lahan galian, karena dianggap tidak bertanggung jawab. Pemilik lahan hanya memberikan santunan kepada keluarga korban selama empat puluh hari selama kejadian. "Kasih cuma sampai 40 hari, pemakaman dan lainnya dari pihak yang punya galian," pungkas Yati.

Advertisement

Baca juga:
Melongok kampung Janda Cigombong
Hikayat janda Cigombong
Bertaruh nyawa demi rupiah
Horor di Kampung Janda
Video: Menengok kehidupan para wanita di 'kampung janda'

(mdk/arb)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.