Cium bumi Merpati pacuan
"Lebih enak kolongan, lebih ada tantangannya. Burung harus pintar, selain cepat."
Surya terasa begitu dekat di atas kepala. Siang itu, di pinggiran Kanal Banjir Timur, Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, sebuah lahan kosong menjadi arena atau lapak para penggila burung merpati aduan ramai melatih piaraan mereka.
Mulai bocah hingga lelaki paruh baya tengah asyik mengibaskan merpati betina naik turun guna menggiring pejantan meninggi di angkasa. Lokasi ini tersohor di kalangan pencinta burung dara.
Di dalam lapak sebuah kolongan berdiri kokoh. Dua tiang bambu berdiri sejajar dengan alas gabah untuk melindungi dari menghantam tanah saat menukik dari ketinggian.
Terdapat empat kaki berjarak lima meter dibalut sebuah kain berwarna merah hingga membentuk kotak pada ujung paling atas. Di atas tanah sebuah patok tali berwarna biru terpasang untuk menandakan garis akhir peserta lomba burung.
Penggila merpati mengenal tiga gaya aduan. Pertama kolongan, tarikan, dan balap. Di lapak kolongan Harapan Indah para pemilik merpati giat melatih untjuk menghadapi turnamen saban Jumat, Sabtu, dan Ahad.
"Kita tiap hari latihan biar sampai mentok," kata Iman, pemilik merpati aduan, kepada merdeka.com kemarin. Pria 32 tahun ini menambahkan aduan kolongan biasanya
burung dilepas sampai jarak terjauh tiga kilometer. Istilah mentok untuk mengukur jarak terbang burung merpati.
Pemilik dara aduan biasanya mempunyai asisten khusus disebut joki lepas. Tugasnya sederhana namun penting, membawa burung dari titik lepas menuju lapak para pemain atau joki penggiring burung khusus pemegang merpati betina.
"Burung kolongan, kita banyak sebut burung ngamen. Soalnya bisa maen di lapak kolongan mana aja beda sama main tarikan," ujar Iman, pernah meraih sepeda motor matik dalam perlombaan merpati kolongan.
Cara aduan kolongan terbilang unik. Dua merpatin jantan dilepas dari titik telah ditentukan. Joki penggiring menunggu di dalam kolongan. Pemenangnya adalah merpati pertama mencium tanah setelah melewati kolongan.
"Lebih enak kolongan, lebih ada tantangannya. Burung harus pintar, selain cepat," ujar lelaki mengaku sudah menggeluti merpati sejak umur tujuh tahun ini.(mdk/fas)