LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Berkelahi pakai sumpit

Ucu hobi membaca komik silat dan menonton film laga.

2013-08-19 08:50:02
PKL Tanah Abang
Advertisement

Ucu Kambing membuka dua kancing kemeja hitamnya. Dia menunjukkan rajah di dada kanan bertulisan Kill Of Tanah Abang. "Pembunuh dari Tanah Abang," kata Ucu saat ditemui merdeka.com Selasa pekan lalu di kediamannya, Kebon Pala, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dia kemudian menunjukkan dua tato lagi bertulisan nama dua putranya: Biryus Bardata dan Catu Badra Mandrawata. Semua rajah ini dibuat secara manual menggunakan lidi dibakar, benang, dan jarum.

Hiasan-hiasan tubuh ini memiliki arti sekaligus kenangan buat Ucu. Biryus Bardata berarti bir, bar, dan tahanan. Ucu sangat suka sekali minum bir dan berkunjung ke bar. Buntutnya, usai mabuk di bar dia menikam orang dan masuk tahanan. "Bisa juga disebut berandal Tanah Abang, saya peminum," ujarnya.

Namun dibalik sikap berandalnya, Ucu hobi membaca komik Si Buta dari Gua Hantu dan menonton film Charles Bronson. Kegemaran itulah yang membuat dia memberi nama salah satu putranya Catu Badra Mandrawata.

Ucu bercerita setiap melanglang buana dia tidak pernah membawa senjata. Bekalnya membela diri cuma satu: sepasang sumpit dari bambu kuning buatan sendiri. "Masalahnya dulu bambu paling tajam dan sumpit itu saya boleh bikin," tuturnya.

Dia memilih sumpit sebagai senjata hasil dari bermeditasi. Dia juga mempelajari buku silat China yang mengajarkan gerakan gaib. Ada untungnya memakai sumpit karena tidak masuk dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan susah diselidiki. Sebab, tidak meninggalkan bekas sidik jari.

Ucu sempat mempraktekkan bagaimana sumpit itu digunakan sebagai senjata. Sumpit diapit di antara jemari dua tangan. Dia mengaku senjata itu bisa diterbangkan menembus leher lawan. "Sekarang sumpit itu sudah hilang karena saya banyak berbuat maksiat," katanya.

Selain sumpit, Ucu kerap membawa kayu galian asem, akar pohon asem pemberian jago kungfu kelahiran Tanah Abang. Ucu stik kembar dari China. Lagi-lagi dua warisan itu hilang karena dia kerap berbuat maksiat.

Tapi Ucu tidak menyesal. "Allah sayang sama kite. Kalau barang itu balik lagi dan jadi jodoh, kite bisa sadis lagi di jalan."

Baca juga:
Bertobat sebelum terlambat
Pantang bunuh orang Islam
Tukang kambing jago berkelahi
Berkelana setelah patah hati
Kebal golok dan peluru berkat doa ibu(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.