LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Beribadah bersama umat beda agama

Umat Bahai wajib mengutamakan kepentingan sosial.

2014-08-18 07:01:47
Agama Bahai
Advertisement

Masyarakat Bahai memiliki kewajiban menjalankan ibadah sesuai ajaran Bahaullah. Mereka beribadah setiap 19 hari sekali. Dalam hitungan kalender masyarakat Bahai terdapat 19 bulan dalam satu tahun serta ada 19 hari dalam sebulan.

Di hari ke-19 itu umat Bahai berkumpul untuk menjalankan ibadah membaca doa. Prosesi doa bersama biasanya dipimpin oleh majelis rohani. Dalam administrasi Bahai, majelis ini terdiri dari majelis rohani daerah, nasional, hingga dunia.
Kegiatan itu dilakukan oleh seluruh masyarakat Bahai tidak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.

Bahai memiliki kekhasan. Prosesi doa bersama ternyata dapat diikuti oleh umat agama lain tanpa harus meninggalkan keyakinannya. "Dalam 19 hari itu bukan hanya ibadah umat Bahai saja, tetapi teman-teman lain mau datang silakan saja," ujar Rahmi Rahmi Alfiah Nur Alam, penganut Bahai, saat berbincang dengan merdeka.com Kamis pekan lalu di kawasan Senayan, Jakarta.

Hal ini merujuk pada ajaran inti Bahai menekankan kesatuan. Sehingga agama ini tidak mengharuskan umat agama lain berpindah keyakinan untuk dapat mengikuti ajaran Bahaullah. "Saat berdoa serta berkegiatan sosial, kita juga membahas bagaimana membangun masyarakat kita," ujarnya. "Kita diskusikan bukan untuk umat Bahainya, tetapi untuk seluruh masyarakat di wilayah itu."

Sheila Soraya, pemeluk Bahai berdarah Pakistan, kemudian menjelaskan prosesi doa bersama dapat dilakukan di mana saja meski di Indonesia tidak ada rumah ibadah khusus. Dia mengakui meski ada tempat ibadah Bahai disebut mashriqul adhkar (tempat terbit pujian  kepada Tuhan) tersebar di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Australia, India, itu tidak menjadi hal utama. Rumah ibadah dapat dibangun jika tujuan dari ajaran Bahai berupa kesatuan manusia dalam perdamaian telah tercapai.

"Konsepnya adalah karena kita percaya ajaran kesatuan itu. Jadi rumah ibadah kita juga terbuka," tutur Sheila. "Bukan hanya untuk masyarakat Bahai, ia terbuka untuk semua masyarakat dengan latar belakang berbeda."

Rahmi menjelaskan masyarakat Bahai wajib mengutamakan kepentingan sosial. "Di mana saja, masyarakat Bahai membangun masyarakat untuk lebih baik lagi," katanya.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.