Warga di Serang Pagi-Pagi Banget Beli Minyak Goreng, Hasilnya Malah Gini
Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia digegerkan dengan tingginya harga minyak goreng. Aksi warga di Serang berburu minyak goreng sejak pagi justru begini ujungnya.
Belakangan, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia digegerkan dengan tingginya harga minyak goreng. Hal itu juga dibersamai dengan kelangkaan stok.
Keputusan pemerintah menetapkan harga minyak goreng Rp14 ribu per liter tidak sepenuhnya terealisasi.
Banyak pedagang yang mengaku tidak bisa menjual minyak goreng Rp14 ribu per liter karena merupakan stok lama yang dibeli dengan harga tinggi.
Berebut di Pasar Modern
Saat ini, kebijakan harga minyak goreng Rp14 ribu lebih banyak dijumpai di pasar modern seperti minimarket dan swalayan. Sedangkan di pasar tradisional, patokan harga tersebut belum sepenuhnya bisa dilakukan.
Masyarakat Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tak ketinggalan momentum berburu minyak goreng. Sejak pagi, puluhan warga mengantre di salah satu supermarket terbesar di wilayah tersebut.
"Suasana supermarket grosir yang terdapat stok minyak goreng pagi ini diserbu pembeli. Kabarnya pembeli harus datang ekstra pagi, stok banyak, tanpa syarat namun dibatasi," tulis akun Instagram @infoserang, Sabtu (19/2/2022).
Masing-masing orang yang berbelanja di supermarket tersebut hanya boleh membeli 1 kemasan minyak goreng.
Curhat Warganet
Kehebohan warga berbelanja minyak goreng di salah satu supermarket di Kabupaten Serang itu pun memantik warganet untuk membagikan pengalaman serupa.
"Jam 12 ke sana udah enggak ada," curhat @marsinda_falah.
"Indonesia rebutan minyak," komentar @mhmmd_ikraamm.
"Corona kali ini minyak yang langka. Aneh ya, katanya negara produsen minyak sayur terbesar tapi langka," komentar @efran_ramadhan.
"Apa karena semenjak kemaren yang katanya ada bahan bakar BBM dari kelapa sawit jadi minyak goreng pun berkurang pembuatannya," tulis @fasbir34.