Ubah Sampah Jadi Cuan, Begini Peluang Bisnis Bank Sampah Guyub Rukun di Ngawi
Bank Sampah "Guyub Rukun" di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur berhasil mengubah sampah menjadi berbagai barang kerajinan rumah tangga yang memiliki nilai jual. Ini kisah selengkapnya.
Bank Sampah "Guyub Rukun" di Dusun Soko, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur berhasil mengubah sampah menjadi berbagai barang kerajinan rumah tangga yang memiliki nilai jual.
Dikutip dari Antara (27/2/2021), aneka sampah rumah tangga berupa plastik, karton, dan karet disulap menjadi berbagai perabotan dan kerajinan seperti meja, kursi, pot bunga, hingga replika motor dan mobil.
Kumpulkan Sampah Warga
©2021 Merdeka.com/pinterest.com
"Kami tiap dua minggu sekali keliling ke rumah warga untuk mengambil sampah plastik, bekas ban, dan lainnya untuk didaur ulang. Warga yang mengumpulkan sampah kami catat dan timbang untuk dibagikan hasil penjualan daur ulangnya setahun sekali," ujar ketua bank sampah Guyub Rukun, Syamsudin di Ngawi, Sabtu (27/2).
Sudah empat tahun terakhir paguyuban tersebut melakukan daur ulang sampah. Selain didaur ulang menjadi kerajinan, sampah yang tidak bisa diolah disetor ke pengepul. Selanjutnya, uang hasil penjualan ditabung di bank sampah. Uang tersebut baru bisa dicairkan setelah mengendap setahun.
"Biasanya pencairannya menjelang bulan Ramadan atau Lebaran. Hasilnya lumayan, satu tahun warga bisa mendapat Rp400 ribu hingga Rp500 ribu," ungkapnya.
Kesadaran Warga Meningkat
©2021 Merdeka.com/pinterest.com
Seiring berjalannya waktu, banyak warga yang menyetor sampah ke bank sampah Guyub Rukun. Sehingga pengurus tidak perlu keliling untuk mengambil.
"Alhamdulillah kesadaran warga RT 02/RW 02 Dusun Soko untuk mendaur ulang sampah saat ini tergolong tinggi, sehingga lingkungan menjadi bersih sekaligus pendapatan mereka bertambah," lanjutnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Dinas lingkungan Hidup Ngawi Dwi Rahayu Puspita sangat mendukung kegiatan yang dilakukan paguyuban peduli lingkungan yang tergabung dalam bank sampah Guyub Rukun.
Menurutnya, apa yang dilakukan bank sampah Guyub Rukun sesuai dengan tema peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2021.
"Temanya yakni sampah menjadi bahan baku ekonomi dalam masa pandemi. Karena itu, kami DLH Ngawi terus memotivasi seluruh bank sampah di Kabupaten Ngawi untuk bergiat karena sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku barang yang memiliki nilai ekonomi," ungkapnya.
Sampah Meningkat Saat Pandemi
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Sementara itu, selama memasuki masa pandemi, produksi sampah plastik di Ngawi meningkat lantaran aktivitas daring warga semakin sering.
"Produksi sampah plastik sejak pandemi berlangsung diperkirakan naik 20 persen. Hal itu seiring aktivitas online. Jadi beli makanan lewat online kebanyakan dibungkus plastik," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap semakin banyak warga Ngawi yang mendukung kegiatan daur ulang bank sampah. Setidaknya, dimulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik.