Tradisi Unik Warga Sumenep untuk Hindari Penyakit, Tidur di Atas Kasur Pasir
Tidur di atas kasur pasir diyakini warga Sumenep bisa mendatangkan sejumlah keuntungan. Mulai dari membuat tidur lebih nyenyak, terhindar dari gatal-gatal, penyakit pinggang, bahkan bisa menyembuhkan rematik.
Warga di Sumenep, Jawa Timur memiliki kebiasaan unik tidur di atas kasur pasir. Dihimpun dari berbagai sumber, tradisi ini diklaim sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini sampai sekarang masih bisa dijumpai di tiga desa, yaitu Desa Lengung Timur, Lengung Barat, dan Dapenda.
Tidur di atas kasur pasir diyakini warga Sumenep bisa mendatangkan sejumlah keuntungan. Mulai dari membuat tidur lebih nyenyak, terhindar dari gatal-gatal, penyakit pinggang, bahkan bisa menyembuhkan rematik. Selain di kamar, warga juga menghamparkan pasir di depan rumah dan di dapur.
Bukan Pasir Biasa
2020 Merdeka.com
Pasir yang digunakan sebagai kasur oleh warga di tiga desa di Sumenep itu bukan pasir biasa. Pasir tersebut diambil dari pantai Lombang, Sumenep dan diayak terlebih dahulu. Sehingga pasir yang dihasilkan adalah pasir halus yang sudah terpisah dari batu-batu kecil atau pecahan kerang.
Pasir-pasir yang dijumpai di rumah warga kemudian ialah pasir berwarna putih dan halus ketika dipegang. Di Desa Lengung Timur, Kecamatan Batang-batang, warga terbiasa menyambut tamu di atas hamparan pasir di depan rumahnya. Begitu ada tamu yang datang, warga dengan ramah akan mempersilakan tamunya untuk bersantai di atas pasir.
Warga Desa Lengung Timur menuturkan bahwasanya bersantai di atas pasir bisa memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Kepercayaan inilah yang membuat warga memilih tidak membeli shofa untuk menyambut tamu yang datang sebagaimana umumnya. Pasir menjadi tempat bersantai bersama keluarga, tetangga, dan tamu yang datang berkunjung.
Melahirkan di Atas Kasur Pasir
2020 Merdeka.com/liputan6.com
Di kamar-kamar warga Desa Lengung Timur ini biasanya ada dua jenis kasur, kasur yang terbuat dari kapas dan kasur pasir. Uniknya, meskipun warga memiliki kasur kapas, banyak di antara mereka yang memilih tidur di atas kasur pasir.
Tidak ada batasan umur tertentu bagi seseorang untuk bisa tidur di atas pasir. Mulai dari anak-anak hingga orang tua terbiasa tidur di atas kasur pasir. Baik di waktu siang hari ataupun malam hari.
Pasir di Desa Lengung Timur diyakini warga bisa menyesuaikan dengan suhu udara yang sedang berlangsung. Ketika udara dingin, pasir di sana mengantarkan kehangatan bagi orang yang tidur di atasnya. Sebaliknya, ketika udara panas, tidur di atas kasur pasir bisa menimbulkan suasana sejuk bagi sekujur badan.
Bahkan ada tradisi melahirkan di atas kasur pasir. Tradisi ini juga sudah berlangsung sejak lama. Saat ini, meskipun tidak banyak jumlahnya, masih ada ibu-ibu yang memilih melahirkan anaknya di atas kasur pasir di rumahnya.
Manfaat Tidur di Atas Kasur Pasir
Shutterstock/Melodia plus photos
Pasir putih dari pantai Lombang yang digunakan warga sebagai tempat tidur atau bersantai di rumah diyakini memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Penggunaan pasir sebagai kasur dilakukan oleh warga dari berbagai kalangan ekonomi. Hal ini menandakan bahwa kasur pasir tidak menjadi identitas dari warga dengan ekonomi lemah. Tetapi lebih jauh dari itu.
Tidur di atas pasir menjadi identitas masyarakat setempat sekaligus tradisi turun-temurun dari generasi pendahulu. Beberapa manfaat dari tidur di atas kasur pasir adalah menghindarkan penggunanya dari gatal-gatal di kulit, nyeri pada pinggang, dan menyembuhkan rematik. Selain itu, bersantai di atas pasir juga menimbulkan kenyamanan tersendiri.
Kelebihan lain kasur pasir di Sumenep adalah tidak lengket di kulit meskipun kulit dalam keadaan basah. Kasur pasir ini juga tidak lembab, karena setelah diayak pasir terlebih dahulu dijemur sampai kering.
Penasaran dengan sensasi tidur di atas kasur pasir? Anda bisa mengunjungi tiga desa di Sumenep, Jawa Timur untuk merasakan langsung sensasinya. Tentu saja setelah wabah corona mereda.