LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Tradisi Jalan di Bawah Keranda Jenazah, Keluarga yang Lakukan Diyakini Dapat Ini

Salah satu upacara tradisi kematian yang masih dilangsungkan masyarakat Jawa hingga kini adalah brobosan alias berjalan di bawah keranda jenazah. Anggota keluarga yang melakukan brobosan diyakini bakal dapat ini.

2021-11-08 06:01:00
Jawa Timur
Advertisement

Salah satu upacara tradisi kematian yang masih dilangsungkan masyarakat Jawa hingga kini adalah brobosan alias berjalan di bawah keranda jenazah.

Brobosan dilakukan setelah keranda jenazah dikeluarkan dari dalam rumah menuju tengah halaman. Pada pelaksanaannya, para keluarga disilakan untuk berjalan di bawah keranda jenazah yang diangkat.

Pelaksanaan

Advertisement

Berjalan di bawah keranda yang diangkat empat orang di masing-masing ujung dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan ke makam. Tradisi brobosan ini dilakukan oleh anak cucu jenazah yang bersangkutan. Masing-masing dari mereka berjalan di bawah keranda jenazah sebanyak tiga kali.

Brobosan dimulai dari sebelah kanan jenazah, berbalik atau berputar ke depan dan masuk lagi dari sisi kanan. Ada Sebagian masyarakat yang meyakini semakin banyak melakukan tradisi brobosan maka semakin baik.

Advertisement

Diyakini Hadirkan Tuah

Selain dimaksudkan untuk menghormati sosok yang meninggal, brobosan juga juga diyakini masyarakat bisa menghadirkan tuah alias berkah bagi yang melakukannya.

Terlebih jika yang meninggal merupakan orang yang usianya panjang. Maka, anak cucu yang melakukan brobosan diyakini akan mewarisi berkah usia panjangnya. Jika sosok yang meninggal merupakan orang cerdas, maka ilmunya diyakini bisa diserap para anak cucu yang melakukan brobosan.

Sementara itu, sebagian masyarakat memiliki kebiasaan di mana jika sosok yang meninggal perempuan, maka yang melakukan brobosan terbatas pada sanak keluarga terdekat, seperti dikutip dari buku Upacara Tradisional (Upacara Kematian) yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985-1986). Bahkan, jika yang meninggal masih anak-anak atau remaja, tradisi brobosan tidak dilakukan.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.