Terparah dalam 10 Tahun Terakhir, Ini Potret Banjir di Trenggalek
Kabupaten Trenggalek dilanda banjir cukup parah karena intensitas hujan tinggi yang turun hampir setiap hari. Bahkan, banjir kali ini lebih parah dari yang terjadi tahun 2006 silam.
Beberapa daerah di Jawa Timur dilanda banjir cukup parah, salah satu di antaranya ialah Kabupaten Trenggalek. Banjir disebabkan oleh hujan intensitas tinggi yang turun hampir setiap hari sehingga menyebabkan sungai-sungai meluap.
Di Kabupaten Trenggalek, curah hujan mencapai 200 mililiter per detik, lebih besar dari curah hujan yang terjadi saat momentum banjir besar pada 2006 silam. Kini, salah satu bendungan di Kabupaten Trenggalek yakni Bendungan Tugu sudah menampung 2 juta kubik air hujan.
Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi masih akan ada hujan susulan. Di sisi lain, ada kemungkinan banjir yang terjadi di beberapa titik belum surut. Untuk itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengimbau warganya agar lebih waspada di tengah bencana banjir yang melanda daerah setempat.
Butuh Bantuan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek merilis kronologi bencana tanah longsor dan banjir serta daerah terdampak bencana di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang diperbarui pada Selasa (18/10) siang, tanah longsor terjadi di enam kecamatan di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Sementara itu, banjir menerjang lima kecamatan yang berdampak pada 25 desa. Kecamatan Trenggalek menjadi kawasan paling terdampak banjir yakni terjadi di Desa Tamanan, Ngares, Ngantru, Sambirejo, Rejowinangun, Kelutan, Sumbergedong, dan Sumberdadi. Disusul dengan Kecamatan Pogalan dan Gandusari dengan jumlah desa terdampak masing-masing tujuh. Kemudian di Kecamatan Karangan ada dua desa dan Kecamatan Durenan ada satu desa terdampak banjir.
Dikutip dari akun Instagram BPBD Trenggalek, jumlah penduduk terdampak banjir di wilayah tersebut mencapai 2.457 KK dengan jumlah jiwa diperkirakan mencapai 7.440. Adapun, data ini masih bersifat sementara dan dimungkinkan jumlah korban bertambah.