LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Situs Raos Pacinan, Jejak Kerajaan Majapahit yang Tersembunyi di Pasuruan

Berpusat di Jawa Timur. Tidak heran, jika banyak jejak-jejak Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Dari candi hingga prasasti. Salah satu peninggalan yang jarang diketahui ialah Situs Raos Pacinan di Pasuruan.

2021-11-02 18:10:00
picture first
Advertisement

Sebelum menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Indonesia pernah dikuasai oleh seorang raja dari beberapa kerajaan. Salah satunya, Kerajaan Majapahit yang melegenda. Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang paling besar di Nusantara.

Pendiri Kerajaan Majapahit ialah Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara, penguasa terakhir Kerajaan Singasari. Raja yang paling terkenal dari Kerajaan Majapahit adalah Raja Hayam Wuruk dan Patihnya, Gajah Mada.

Berpusat di Jawa Timur. Tidak heran, jika banyak jejak-jejak Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Dari candi hingga prasasti. Salah satu peninggalan yang jarang diketahui ialah Situs Raos Pacinan di Pasuruan.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Situs Raos Pacinan berada sekitar 50 meter dari Kali Porong, tepatnya berada di Dusun Raos, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Jawa Timur. Letaknya cukup tersembunyi. Berada di tengah perkebunan tebu dan berjarak sekitar 50 meter dari Sungai Porong. Jika tak cermat, bisa tidak menemukan situs bersejarah ini.

Advertisement

Dilansir dari Youtube Join Media, situs ini menjadi tempat Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit bersembunyi dari tentara Gelang-gelang, pasukan Kerajaan Jyakatwang saat terjadi pemberontakan di Singasari.

Di tempat ini pula Raden Wijaya kemudian melakukan pertemuan dengan tentara Mongol untuk menyerang Kediri. Menurut perkiraan beberapa ahli, kemungkinan situs ini adalah gerbang pelabuhan dan pangkalan militer Kerajaan Majapahit yang ditandai dari sepasang Arca Dwarapala.

©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Dalam situs Raosan Pacinan akan ada sepasang arca Dwarapala yang menghadap ke barat, patung penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Siwa dan Buddha. Arca Dwarapala ini diduga dulunya sebagai pintu masuk sebuah bangunan.

Namun, sayangnya Arca ini harus menanggung kerusakan yang lumayan parah. Wajahnya sudah aus, ada beberapa bagian yang terpotong mungkin saat penggalian.

©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Situs ini dulunya seperti kolam, bisa dilihat dari tegel yang memang khusus untuk kolam pada zaman dahulu.Terdapat pula tulisan angka 1319 sekitar 300 meter dari Situs Raos Pacinan. Diduga tulisan tersebut merupakan angka yang menjelaskan tahun. Di mana situs ini dilakukan pemugaran saat Majapahit di bawah pimpinan Hayam Wuruk.

©2021 Merdeka.com/Ivu Fajar

Selain sebagai peninggalan bekas sejarah, Situs Raos Pacinan seringkali digunakan warga untuk menggelar Tradisi Ngamong. Tradisi Ngamong bertujuan untuk mengingat kembali (Ngaweruhi/Ngelingi) tentang keberadaan para leluhur di masa lampau.

(mdk/Tys)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.