Siswa Sekolah di Rumah Atap Terpal, Sengketa Lahan SD di Pamekasan Masih Berlanjut
Sengketa lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rekkerek 4 Kecamatan Palengaan masih terus berlanjut. Bangunan sekolah yang berdiri di atas lahan milik pribadi itu disegel oleh pemiliknya. Alhasil, terpaksa para siswa mengikuti pembelajaran di bangunan darurat beratap terpal.
Sengketa lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rekkerek 4 Kecamatan Palengaan masih terus berlanjut. Bangunan sekolah yang berdiri di atas lahan milik pribadi itu disegel oleh pemiliknya. Alhasil, terpaksa para siswa mengikuti pembelajaran di bangunan darurat beratap terpal.
Melihat kondisi tersebut, Dewan Pendidikan Pamekasan Jawa Timur meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat mempercepat penyelesaian sengketa lahan di SDN Rekkerek 4 Kecamatan Palengaan agar kegiatan belajar-mengajar kembali normal.
Ketua Dewan Pendidikan Pamekasan Sahibuddin mengatakan, gangguan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah bukan masalah sepele. Oleh karena itu, pihaknya meminta Disdikbud Pamekasan segera menyelesaikan masalah tersebut.
"Kami meminta Disdikbud Pamekasan segera menyelesaikan kasus tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, yang akan menjadi korban adalah siswa," kata Sahib di Pamekasan, Jumat (29/7/2022).
Perlu Penanganan Segera
©2022 Merdeka.com/Instagram @pamekasan
Mantan Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan itu menyarankan Disdikbud tidak menunggu persoalan sengketa membesar baru kemudian ditangani.
"Ini harus ditangani lebih awal. Tidak boleh kejadian ini terulang kembali ke sekolah lain dan di waktu-waktu yang lain," tegasnya, dikutip dari Antara..
Sebelumnya, Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berupaya menyelesaikan sengketa lahan pendidikan di SDN Rekkerek 4 Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan itu.
Rumah Atap Terpal
Sejak bangunan sekolah disegel pemilik lahan, kegiatan belajar mengajak SDN Rekkerek 4 terpaksa dilakukan di bangunan rumah yang belum selesai dibangun sehingga belum ada atapnya. Untuk menyiasati bangunan belum beratap itu, pihak sekolah membeli terpal.
Kepala SDN Rek-Kerrek IV Daman Huri mengatakan, pihaknya membeli terpal karena khawatir siswa-siswi kepanasan ketika proses belajar mengajar di tempat sementara tersebut.
"Kami terpaksa membeli terpal sebab tidak mungkin kami membiarkan siswa belajar di bawah terik matahari," ungkapnya.
Adapun, SDN Rekkerek 4 Kecamatan Palengaan merupakan satu dari puluhan sekolah di Kabupaten Pamekasan yang dibangun di atas tanah milik pribadi warga.
Data Disdikbud Pemkab Pamekasan menunjukkan, ada 20 sekolah yang berpotensi bermasalah karena dibangun di lahan milik pribadi warga.