Shalat Diakhiri dengan Bacaan Salam, Berikut Tuntunan Lengkapnya
Dalam pelaksanaannya, shalat diakhiri dengan bacaan salam. Sementara, takbiratul ihram adalah gerakan yang mengawali shalat. Sebagai umat Islam, Anda tentu harus mengetahui dasar-dasar shalat seperti ini. Berikut penjelasan selengkapnya.
Dalam pelaksanaannya, shalat diakhiri dengan bacaan salam. Sementara, takbiratul ihram adalah gerakan yang mengawali shalat. Sebagai umat Islam, Anda tentu harus mengetahui dasar-dasar shalat seperti ini. Mulai dari gerakannya, hingga bacaan-bacaan doa yang dilafalkan saat shalat, harus Anda kuasai.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kekhusyukan shalat yang Anda jalankan. Menghafalkan gerakan serta bacaan shalat harus disertai pula dengan memahami makna-makna yang berada di baliknya. Dan, tak ada kata terlambat bagi Anda untuk mulai mempelajarinya.
Shalat diakhiri dengan bacaan salam, apapun jenis shalatnya. Baik shalat wajib dan shalat sunnah, semuanya harus diakhiri dengan salam. Dilansir dari liputan6 berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai urutan dan tuntunan pengerjaan shalat yang patut Anda ketahui.
Pengertian dan Tujuan Shalat
Shalat adalah rukun Islam kedua dan merupakan rukun yang sangat ditekankan (utama) sesudah dua kalimat syahadat. Telah disyari’atkan sebagai sesempurna dan sebaik-baiknya ibadah. Shalat mencakup berbagai macam ibadah seperti zikir kepada Allah, tilawah Kitabullah, berdiri menghadap Allah, ruku’, sujud, do’a, tasbih, dan takbir.
Shalat merupakan pokok dari semua macam ibadah badaniah. Secara lahiriah, shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya manusia beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.
Sementara secara hakiki, shalat berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, mendatangkan takut kepadaNya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebesaranNya atau mendhohirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah dengan perkataan dan pekerjaan atau kedua-duanya, melansir publikasi dari walisongo.ac.id.
Shalat dalam agama Islam menempati kedudukan yang tidak dapat ditandingi oleh ibadah manapun juga, ia merupakan tiang agama dimana ia tak dapat tegak kecuali dengan shalat. Adapun tujuan didirikan shalat menurut al- Quran termaktub dalam dalam surah al-Ankabut ayat 45:
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Ankabut: 45).
Dasar Hukum Shalat
Berdasarkan beberapa firman Allah SWT, dalam al-Quran dinyatakan bahwa setiap muslim yang mukallaf wajib melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam mengutip Syafrida dan Nurhayati Zein dalam buku Fiqh Ibadah. Sebagaimana firman Allah SWT;
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. an-Nisa’: 103).
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'." (QS. al- Baqarah: 238).
Terdapat juga dalam hadits Rasulullah SAW, di antaranya:
“Dari Abdullah bin Umar r.a, berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “dasar (pokok) Islam itu didirikan atas lima hal, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah SWT dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirirkan shalat, memberikan zakat, haji dan puasa ramadhan.” (HR. Bukhari)
Tuntunan Pengerjaan Shalat
Diawali dengan takbiratul ihram, gerakan shalat diakhiri dengan bacaan salam. Berikut ini adalah tuntunan pengerjaan shalat yang benar dari awal sampai akhir dalam agama Islam;
1) Niat, yaitu sengaja atau menuju sesuatu dibarengi dengan (awal) pekerjaan tersebut, tempatnya di hati (diucapkan oleh suara hati).
2) Berdiri tegak bagi yang kuasa, berdiri bisa duduk bagi yang lemah, diutamakan bagi yang lemah duduk iftirasy (pantat berlandaskan rumit dan betis kaki kiri, sedangkan yang kanan tegak).
3) Takbiratul ihram, yang adalah gerakan pertama dalam shalat dan diucapkan bagi yang bisa mengucapkan dengan lisannya: “Allahu Akbar”.
4) Membaca al-Fatihah, atau bagi yang tidak hafal surah al-Fatihah, bisa diganti dengan surah al-Qur’an lainnya. Hal ini baik dalam shalat fardhu atau sunnah.
5) Ruku’ bagi yang kuat, dengan badan lurus pada ruku’nya, letakkan kedua tangan di atas kedua lutut, sekiranya membungkuk tanpa tegap dengan kedua telapak tangan mencapai lutut. Bagi yang tidak biasa ruku’, maka hendaknya membungkuk atau sesuai dengan kekuatan fisiknya atau hanya isyarat kedipan mata. Ukuran sempurna dalam ruku’ yaitu meluruskan punggung rata dengan lehernya, seperti satu papan, dan kedua tulang betis tegak lurus, tangan memegang kedua lutut. Serta Tuma’ninah, tenang sebentar setelah bergerak dalam ruku’.
6) Bangkit dari ruku’ lalu I’tidal berdiri tegak seperti keadaan semula, yakni berdiri bagi yang kuat dan duduk tegak bagi yang lemah.
7) Sujud 2x, untuk setiap rakaat, paling tidak bagian dahi mukanya menempel pada tempat sujud, baik di tanah atau lainnya. Sujud yang sempurna yakni ketika turun sujud sambil takbir tanpa mengangkat kedua tangan, lalu menekankan dahinya pada tempat sujud, meletakkan kedua lutut, kemudian kedua tangan dan disusul dengan dahi dan hidung. Serta tuma’ninah dalam sujud, sekiranya memperoleh tempat sujud, menurut kadar beratnya kepala.
8) Duduk di antara dua sujud, pada setiap rakaat, itu berlaku bagi yang shalatnya dalam keadaan berdiri, duduk atau telentang (berbaring). Serta tuma’ninah, sewaktu duduk di antara 2 sujud.
9) Duduk akhir, yang mengiringi salam (duduk tahiyat).
10) Membaca tasyahud, sewaktu duduk akhir.
11) Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW.
12) Mengucapkan salam (seraya menoleh ke arah kanan) hukumnya wajib dan masih dalam keadaan duduk. Gerakan shalat diakhiri dengan bacaan salam ini.
13) Tertib yaitu mengerjakan rukun-rukun shalat tersebut dengan berurutan.