Serunya Tebu Manten Jawa Timur, Menikahkan Tebu agar 'Keturunannya' Berkualitas
Tebu Manten adalah kegiatan menikahkan dua jenis tebu kualitas unggul untuk mendapatkan keturunan berkualitas. Begini potretnya.
Ada tradisi unik di Jawa Timur yang digelar setiap kali musim panen tebu tiba, namanya Tebu Manten atau Petik Tebu Manten. Seperti namanya, acara ini adalah kegiatan menikahkan dua jenis tebu kualitas unggul untuk mendapatkan keturunan berkualitas.
Pabrik Gula (PG) Kedawung di Kabupaten Pasuruan biasanya melaksanakan tradisi adat ini pada bulan Mei. Acara tersebut selalu menyedot antusiasme ratusan petani tebu dan warga sekitar.
Manager Teknik PG Kedawung Ruju Ridhani menjelaskan, dalam tradisi tersebut ada satu pasang tebu manten lanang (pria) dan tebu wadon (perempuan) yang diarak dari ladang tebu di Desa Plososari menuju PG Kedawung. Setelah diarak, kedua tebu dibersihkan kemudian dipotong dan digiling bersama tebu-tebu lainnya.
"Petik tebu ini sebagai awal musim giling tebu yang akan dilaksanakan selama 139 hari. Tebu-tebu yang akan digiling kebanyakan adalah tebu rakyat, dan sedikit dari tebu yang kita budidayakan," ungkap Ruju, dikutip dari laman resmi Pemkab Pasuruan.
Filosofi
©2023 Merdeka.com/Dok. PTPN XII
Tradisi unik digelar dengan menghadirkan sepasang pengantin yang masing-masing akan membawa sebatang tebu. Tradisi ini mengandung filosofi menikahkan dua batang tebu untuk mendapatkan keturunan tanaman yang lebih banyak dan lebih berkualitas.
Pada pelaksanaannya di Kabupaten Jember, janur kuning terpasang di lahan kebun tebu PTPN 12 Kecamatan Mumbulsari Jember. Sepasang mempelai pengantin pria dan wanita telah berada di lokasi seolah bersiap menuju kursi pelaminan.
Tradisi tebu manten digelar menandai dimulainya musim panen sekaligus waktu giling layaknya prosesi pernikahan adat Jawa. Ada pula ritual siraman yang dilakukan pada batang tebu yang telah dipotong.
Selanjutnya batang tebu yang ditanamkan diarak beramai-ramai menyusuri Jalan Desa. Tradisi tebu manten mengandung filosofi menikahkan dua batang tebu guna mendapatkan keturunan tanaman yang lebih banyak dan lebih berkualitas.
Tebu Berkualitas
Secara umum, tebu yang berkualitas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Berat dan Ukuran: Tebu berkualitas biasanya memiliki berat yang cukup tinggi dan ukuran besar. Tebu yang baik memiliki batang padat dan berisi, menunjukkan kandungan air cukup tinggi.
Kepadatan Rongga: Tebu berkualitas memiliki rongga lebih sedikit dalam batangnya. Kepadatan rongga yang rendah menunjukkan bahwa tebu memiliki kandungan gula lebih tinggi dan kualitas lebih baik.
Warna dan Kondisi Kulit: Kulit tebu berkualitas baik memiliki warna hijau terang dan bersih tanpa tanda-tanda kerusakan atau penyakit. Kondisi kulit yang baik menunjukkan keberadaan tebu yang sehat dan segar.
Kualitas Gula: Tebu berkualitas memiliki kadar gula tinggi, dapat dilihat dari rasa manis yang kuat saat tebu digigit atau diperas.
Kadar Air: Kandungan air dalam tebu juga menjadi faktor penentu kualitas. Tebu berkualitas memiliki kadar air yang seimbang, tidak terlalu kering atau terlalu basah.
Bebas Penyakit: Tebu berkualitas tinggi harus bebas dari penyakit atau infeksi yang dapat merusak pertumbuhan dan kualitasnya. Tebu yang sehat dan tumbuh dengan baik akan menghasilkan hasil lebih baik dalam pengolahan menjadi produk seperti gula.
Kondisi Daun dan Tunas: Daun dan tunas tebu yang sehat dan segar adalah indikator dari pertumbuhan yang baik dan kualitas tinggi. Daun harus berwarna hijau cerah dan tidak terlihat menguning atau layu.
Produktivitas: Tebu yang baik dapat menghasilkan jumlah gula cukup tinggi dalam jumlah signifikan.