Sejarah 3 Oktober: Reunifikasi Jerman Barat dan Timur Pasca Perang Dingin
Sejak tahun 1945 ketika pasukan Soviet menduduki Jerman timur, dan Amerika Serikat serta pasukan Sekutu lainnya menduduki bagian barat negara itu pada akhir Perang Dunia II, Jerman yang terpecah menjadi dua telah menjadi salah satu simbol Perang Dingin yang paling terkenal. Berikut sejarah reunifikasinya.
Reunifikasi Jerman (Deutsche Wiedervereinigung) adalah proses yang terjadi pada tahun 1990 di mana Republik Demokratik Jerman (GDR) menjadi bagian dari Republik Federal Jerman (FRG) untuk membentuk negara bersatu Jerman.
Akhir dari proses penyatuan antara Jerman Barat dan Timur tersebut secara resmi disebut sebagai persatuan Jerman (Deutsche Einheit), dan dirayakan setiap tahun pada 3 Oktober sebagai Hari Persatuan Jerman (Tag der deutschen Einheit).
Berlin Timur dan Barat pada 3 Oktober ini resmi bersatu kembali menjadi satu kesatuan kota, dan kembali menjadi ibu kota Jerman yang seutuhnya.Kejatuhan Republik Demokratik Jerman yang cepat dan tak terduga dipicu oleh keruntuhan rezim komunis lainnya di Eropa Timur dan Uni Soviet.
Sejak tahun 1945 ketika pasukan Soviet menduduki Jerman timur, dan Amerika Serikat serta pasukan Sekutu lainnya menduduki bagian barat negara itu pada akhir Perang Dunia II, Jerman yang terpecah menjadi dua telah menjadi salah satu simbol Perang Dingin yang paling terkenal.
Berikut sejarah lengkapnya mengenai perjalanan reunifikasi antara kedua Jerman ini, yang berakhir pada tanggal 3 Oktober 1990, dilansir dari history.com.
Tag der deutschen Einheit
Tag der deutschen Einheit atau Hari Persatuan Jerman adalah Hari Nasional yang dirayakan oleh rakyat Jerman setiap 3 Oktober dan diakui sebagai hari libur umum. Tanggal 3 Oktober ini memperingati reunifikasi Jerman pada tahun 1990 ketika Republik Federal Jerman (Jerman Barat) dan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) bersatu, sehingga untuk pertama kalinya sejak 1945 Jerman kembali bersatu menjadi satu negara tunggal.
Hari Persatuan Jerman pada 3 Oktober telah menjadi Hari Libur Nasional Jerman sejak tahun 1990, ketika reunifikasi secara resmi selesai. Pilihan alternatif untuk memperingati reunifikasi bisa jadi dijatuhkan pada hari runtuhnya Tembok Berlin, yakni pada 9 November 1989, yang bertepatan dengan peringatan proklamasi Republik Jerman pada tahun 1918, dan kekalahan kudeta pertama Hitler pada tahun 1923.
Namun, 9 November juga merupakan peringatan pogrom skala besar pertama yang dipimpin Nazi terhadap orang Yahudi pada tahun 1938 (Kristallnacht), sehingga hari itu dianggap tidak pantas sebagai hari libur nasional. Oleh karena itu, 3 Oktober 1990, hari reunifikasi resmi, dipilih sebagai gantinya dan menggantikan "Hari Persatuan Jerman" pada 17 Juni, hari libur nasional Republik Federal Jerman dari tahun 1954.
Jerman dalam Periode Perang Dingin
Beberapa episode paling dramatis dari Perang Dingin terjadi di negara Jerman. Blokade Berlin (Juni 1948–Mei 1949), di mana Uni Soviet memblokir semua perjalanan darat ke Berlin Barat, dan pembangunan Tembok Berlin pada tahun 1961 mungkin adalah peristiwa yang paling terkenal.
Dengan memudarnya kekuasaan Soviet secara bertahap pada akhir 1980-an, Partai Komunis di Jerman Timur mulai kehilangan cengkeramannya pada kekuasaan. Puluhan ribu orang Jerman Timur mulai meninggalkan negara itu, dan pada akhir tahun 1989 Tembok Berlin mulai runtuh.
Tak lama kemudian, pembicaraan antara pejabat Jerman Timur dan Barat, yang diikuti oleh pejabat dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Soviet, mulai menjajaki kemungkinan reunifikasi.
Dua bulan setelah reunifikasi, pemilihan umum di seluruh Jerman berlangsung dan Helmut Kohl menjadi kanselir pertama Jerman yang telah bersatu kembali. Meskipun tindakan ini terjadi lebih dari setahun sebelum pembubaran Uni Soviet, bagi banyak pengamat reunifikasi Jerman telah secara efektif menandai berakhirnya Perang Dingin.