LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Sambut Bonus Demografi, Ini Alasan Pembentukan Gerakan Pemuda Moderat Nusantara

Menghadapi bonus demografi, sejumlah aktivis muda NU membentuk wadah untuk menghimpun kader-kader berpemikiran moderat. Pembentukan wadah yang diberi nama Gerakan Pemuda Moderat Nusantara itu bertujuan untuk memperteguh sikap moderat di kalangan pemuda. Ini fakta selengkapnya.

2021-03-13 09:45:00
Jawa Timur
Advertisement

Sejumlah aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) membentuk jaringan untuk menghimpun kader-kader berpemikiran moderat. Jaringan tersebut diberi nama Gerakan Pemuda Moderat Nusantara atau GPM Nusantara.

"Gerakan ini lahir untuk meneguhkan barisan pemuda agar tetap menjaga nilai-nilai moderat di era digital native, yang telah disebutkan dalam al-Qur'an yakni ummatan wasathan," ujar penggagas GPM Nusantara, Ahmad Maududi, Jumat (12/3/2021).

Advertisement

Apresiasi

©2021 Merdeka.com/Instagram @gpmnusa

Anggota DPRD Jatim Muhamad Fawait mengapresiasi terbentuknya GPM Nusantara. Politikus muda Gerindra yang juga Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) itu menjelaskan bahwasanya pemuda harus menjadi kader penggerak masyarakat.

Advertisement

Fawait menambahkan, Indonesia khususnya Jawa Timur menghadapi bonus demografi. Di mana jumlah penduduk usia produktifnya sangat tinggi. Potensi itu harus disalurkan melalui wadah yang positif.

"Bonus demografi harus disikapi oleh pemuda. Sebab pemuda adalah agen perubahan, di tangan pemuda inilah arah bangsa mau dibawa ke mana. Karena itu, saya mendukung GPM Nusantara sebagai wadah yang bisa menghimpun potensi anak muda," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV itu, dikutip dari liputan6.com (12/3).

Saling Menghormati

©2021 Merdeka.com/Instagram @gpmnusa

Koordinator Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) Jatim, Muhamad Didi Rosadi menjelaskan, kini bersikap moderat menjadi sebuah keharusan, bukan lagi pilihan. Pasalnya, saat ini dunia semakin terbuka, tidak ada lagi sekat atau batasan.

"Karena itu, sikap moderat dan saling menghormati hari ini menjadi keniscayaan. Kalau kita tidak mau berubah, maka akan ditelan oleh zaman," ujar Diday, sapaan akrabnya.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.