Rumah Panggung Berusia 100 Tahun di Lamongan Ini Masih Kokoh, Intip Potretnya
Sebuah rumah panggung di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kondisinya masih sangat baik meski usianya sudah lebih dari 100 tahun. Ini potretnya.
Sebuah rumah panggung di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kondisinya masih sangat baik meski usianya sudah lebih dari 100 tahun. Dikutip dari instagram @info.babat, Rabu (31/3/2021), rumah panggung itu dibangun pada tahun 1918.
Menariknya, hampir semua bahan bangunan rumah itu merupakan kayu jati. Rumah panggung ini berada di kawasan yang disebut Kota Tua Babat dan menjadi salah satu bangunan yang dilindungi. Sehingga renovasi yang bisa dilakukan sebatas pengecatan saja.
Tetap Asli
Sejak pertama kali dibangun hingga kini, konstruksi rumah panggung itu masih asli dan tidak boleh diubah. Rumah panggung ini memiliki ukuran 15x10 meter dengan tinggi sekitar 5 meter. Sementara itu, lantai, dinding, pintu, jendela, hingga tiang bangunan rumah ini terbuat dari kayu jati.
Keberadaan rumah panggung tidak bisa dipisahkan dari Stasiun Babat. Pasalnya, empat rumah panggung yang berada di sebelah tenggara Pasar Babat itu dulunya merupakan rumah dinas bagi para pegawai stasiun.
Kompleks Rumah Dinas
Rumah-rumah panggung ini masih bisa dijumpai hingga hari ini. Jika datang ke Stasiun Babat, cobalah melewati pertigaan sebelah tenggara Pasar Babat, di sanalah empat rumah panggung tersebut berada.
Meski usianya sudah lebih dari 100 tahun, rumah-rumah itu tetap kokoh lantaran sebagian besar bahan bangunan rumah tersebut merupakan kayu jati.
Guna mempertahankan kekunoannya, konstruksi rumah panggung itu harus dipertahankan keasliannya.
“Tidak boleh diubah, paling hanya boleh dicat saja,” terang Pak Sujud, penghuni salah satu rumah panggung.
Kesan Asri dan Kuno
Keempat rumah panggung itu memiliki bentuk sama, yakni berbentuk persegi empat, atapnya genting tanah, kemudian tinggi antara lantai dan tanah sekitar satu meter. Rumah-rumah panggung ini memiliki pekarangan yang lebih luas dibandingkan dengan rumah dinas lain. Pepohonan di pekarangan yang berpadu dengan bentuk fisik rumah membuat kesan asri dan kuno melekat kuat.
Sementara itu, kemudahan transportasi di Babat saat ini membuat banyak pegawai stasiun memilih pulang pergi dibandingkan tinggal di rumah dinas. Pada tahun 2015 lalu, dari total 15 rumah dinas, hanya 3 rumah dinas yang ditempati pegawai stasiun. Sisanya ditempati para pensiunan pegawai stasiun.