Fakta Kartu Prakerja yang Harus Anda Ketahui, Telah Resmi Diluncurkan
Program pelatihan kartu pra kerja ini dapat diambil dengan basis online ataupun offline. berikut kami rangkum mengenai fakta tentang Kartu Prakerja, yang dilansir dari berbagai sumber.
Saat ini, pemerintah telah resmi meluncurkan situs resmi Kartu Prakerja dengan menggandeng 10 mitra resmi dari platform digital dan pembayaran.
Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Komite Cipta Kerja menjadi penanggung jawab program Kartu Prakerja dan Manajemen Pelaksana adalah pelaksana operasional program.
Adapun beberapa daftar platform digital yang bekerjasama dengan pemerintah antara lain Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu, dan Sisnaker.
Informasi terkini mengenai Kartu Prakerja sudah dapat diakses di situs resminya www.prakerja.go.id sejak Jumat, 20 Maret 2020. Sedangkan tahap registrasi akan dibuka pada awal April 2020.
Program Kartu Prakerja sendiri merupakan sebuah pengembangan kompetensi melalui bantuan biaya pelatihan yang diberikan kepada semua WNI yang telah berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah atau kuliah.
Program pelatihan kartu pra kerja ini dapat diambil dengan basis online ataupun offline. berikut kami rangkum mengenai fakta tentang Kartu Prakerja, yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Dapat Memperoleh Biaya Pelatihan hingga Rp7 Juta
2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kemenko Perekonomian pada tanggal 20 Maret 2020, besaran bantuan biaya pelatihan yang diterima oleh peserta bervariasi, hingga maksimal sebesar Rp7 juta sekali seumur hidup. Pemerintah akan membayarkan biaya pelatihan itu kepada lembaga pelatihan melalui platform digital.
2. Boleh Memilih Jenis Pelatihan
Terdapat 2 jenis pelatihan yang akan diberikan, yakni daring (online) maupun tatap muka (offline). Selain itu, ada juga pilihan program pelatihan three in one berupa pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang tepat untuk pencari kerja.
Untuk setiap jenis program, pemerintah bersama platform digital menyeleksi lembaga pelatihan yang berkualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Para penyedia pelatihan dalam program Kartu Prakjer bervariasi, mulai dari lembaga pelatihan swasta, lembaga pelatihan pemerintah, training center industri, universitas, hingga institusi pendidikan vokasi.
3. Bekerjasama dengan Platform Digital
2013 Merdeka.com
Untuk memaksimalkan kinerjanya, penanggung jawab Kartu Prakerja telah bekerja sama dengan beberapa platform digital dan ecommerce.
Platform digital telah bekerjasama antara lain adalah Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.
4. Diprioritaskan Bagi Pekerja dan Pencari Kerja Muda
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskankartu ini menyediakan biaya pelatihan bagi yang sedang mencari pekerjaan ataupun yang tidak sedang mencari pekerjaan.
"Jadi baik itu buruh, karyawan, korban PHK maupun lulusan SMA ataupun kejuruan yang berusia 18 tahun ke atas, yang tidak sedang sekolah atau kuliah itu boleh mencaftar. Dan prioritas diberikan kepada pekerja muda, pencari kerja muda," jelasnya.
5. Registrasi Dimulai April 2020
Dailymail.co.uk
Pemerintah memilih untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum para pencari kerja muda bisa mendaftar kartu ini.Sedangkan, registrasi akan dimulai pada awal April 2020.
6. Anggaran Rp10 Triliun
Pada tahun anggaran 2020, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk sekitar 2 juta penerima manfaat program Kartu Prakerja. Dengan begitu, diharapkan ke depannya kompetensi pekerja dan pencari kerja dapat meningkat signifikan.
Melalui Kartu Prakerja, pemerintah pun ingin mendorong lembaga pelatihan dan dunia usaha untuk saling bekerja sama, sehingga lulusan lembaga pelatihan menjadi lebih mudah dalam memperoleh pekerjaan.