Pusing karena Biaya Pernikahan, Calon Pengantin di Banyuwangi Nekat Bunuh Diri
Seorang pemuda berinisial MA (22) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh tergantung di lantai dua rumahnya di Kabupaten Banyuwangi. Ia diduga malu tidak bisa membantu menyiapkan biaya pernikahannya.
Seorang pemuda berinisial MA (22) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh tergantung di lantai dua rumahnya di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (4/2/2023). Padahal, pernikahan MA hendak digelar sebulan lagi.
Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh bapaknya, SH (62), pada pukul 13.15 WIB.
“Korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung di rumah lantai 2 dengan tali tampar,” jelas Sudarmaji.
Mendapati kondisi sang buah hati, SH kemudian meminta tolong istrinya, B (52) untuk memotong tali tampar yang menjerat leher anaknya.
“Ibunya kemudian menghubungi mantri kesehatan, Sirojudin, untuk memastikan keadaan korban,” imbuhnya, dikutip dari akun Instagram @bwi24jam.
Ditemukan Meninggal
©2017 Merdeka.com
Mantri kesehatan, Sirojudin, memeriksa korban dalam kondisi telentang usai diturunkan dari tali tampar yang menjeratnya. Namun, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.
“Saat dicek kondisi nadi karotis tidak teraba, respons reflek pupil negatif, dan ada bekas luka gantung diri,” kata Sudarmaji.
Kapolsek Genteng itu mengungkapkan, di leher korban terdapat bekas jeratan sepanjang 15 centimeter dan ada cairan keluar dari alat kelaminnya.
“Sirojudin selaku saksi juga melihat seutas tali tampar warna biru tergantung di atas atap rumah, jadi ini murni bunuh diri,” imbuh dia.
Dugaan Motif Bunuh Diri
©Pexels/Trung Nguyen
Adapun terkait motif bunuh diri, pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti. Namun, menurut penuturan pihak keluarga, korban sering kebingungan terkait biaya pernikahannya yang akan dilangsungkan pada Kamis (23/3/2023).
“Korban diduga merasa malu tidak bisa membantu keuangan dalam biaya pernikahannya, jadi nekat melakukan gantung diri,” ujar Sudarmaji.
Sementara itu, pihak keluarga menerima dengan ikhlas kematian korban dan tidak mau dilakukan otopsi pada tubuh korban.