Potret Tapak Angin, Ular Berbahaya Tiba-tiba Muncul di Depan Rumah Warga Trenggalek
Warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dihebohkan dengan keberadaan dua ular berbahaya di wilayah pemukiman. Ini berita selengkapnya.
Warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dihebohkan dengan keberadaan ular berbahaya di wilayah pemukiman.
Terlebih, dalam waktu berdekatan ada dua ekor ular di tempat berbeda yang penampakannya sama-sama membuat warga bergidik ketakutan.
Ular pertama ditemukan melingkar di depan pintu rumah salah satu warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Sementara ular kedua ditemukan di kandang ayam milik warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.
Ditemukan dalam Kondisi Hidup
Ular pertama dilaporkan masuk ke rumah Bayu, warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Warga sekitar biasa menyebut ular ini dengan nama tapak angin.
Saat ditemukan, tapak angin yang dikenal sebagai hewan melata berbahaya itu tengah melingkar di sekitar pintu utama rumah Bayu.
Ular sepanjang sekitar dua meter itu kemudian diamankan ke Markas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek dalam kondisi hidup.
Di Kandang Ayam
Tak kalah menghebohkan, ular kedua yang masuk ke kawasan pemukiman warga ialah ular jenis piton. Ular sepanjang 4,5 meter itu bersarang di kandang ayam milik Agus Suprapto, warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.
Ular piton tersebut diduga telah memangsa beberapa ekor ayam yang ada di kandang tempat ia bersarang.
Hal itu dapat dilihat dari bentuk tubuh ular yang membesar di beberapa sisi. Saat dievakuasi oleh Damkar dan Satpol PP Kabupaten Trenggalek, ular itu tampak dalam kondisi kenyang.
Komentar Warganet
Video penemuan dua ekor ular berbahaya di kawasan perkotaan Kabupaten Trenggalek yang diunggah akun Instagram @ilovetrenggalek itu sontak menuai beragam komentar dari warganet.
“Kalau ular ditemukan di daerah kota pasti selalu jadi sorotan. Tapi kalau di pelosok karena terlalu sering akhirnya jadi hal yang biasa,” komentar @_vanesaaptr.
“Ternyata ular seperti ini masih ada di Trenggalek,” tulis pemilik akun Instagram @waluyo_vidgram.
“Dipelihara di hutan kota saja, biar hewannya tambah banyak,” komentar @ica_cntx.
(mdk/rka)