Potret Puluhan Ribu Kalong Raksasa Terbang di Hutan Bambu Lumajang, Indah Banget
Di hutan bambu seluas 14 hektare, puluhan ribu kalong raksasa terbang dan membuat manuver indah di langit Lumajang. Ini potretnya.
Salah satu destinasi wisata yang sayang dilewatkan saat berkunjung ke Kabupaten Lumajang adalah Wana Wisata Alam Hutan Bambu Istana Kalong dan Kera yang terletak di Dusun Umbulsari, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
Di hutan seluas 14 hektare itu terdapat berbagai macam spesies tanaman bambu. Alih-alih memiliki kesan angker atau seram, para wisatawan yang datang ke hutan bambu ini justru akan dimanjakan dengan suasana sejuk dan tenang.
Dari kejauhan, hutan bambu ini seperti terowongan raksasa alami yang terbuat dari jutaan batang bambu berjajar sepanjang jalan.
Pohon bambu dan daun-daunnya yang rindang mampu meredam sinar matahari sehingga menimbulkan suasana sejuk.
Puluhan Ribu Kalong Raksasa
©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim
Selain menikmati suasana sejuk hutan bambu, para wisatawan juga bisa menyaksikan atraksi puluhan ribu kalong raksasa yang memiliki nama latin Pteropus vampyrus.
Kalong raksasa bisa mencapai berat 1.500 gram dengan bentangan sayap hingga 1.700 milimeter. Kalong memiliki mata yang besar sehingga bisa melihat dengan baik walaupun dalam keadaan kurang cahaya.
Binatang ini mengandalkan penciumannya yang tajam untuk navigasi. Mereka sering mencari makan sampai jauh.
Secara umum, kalong tidur dalam gerombolan besar di pohon tinggi, pohon mati atau ranting-ranting pohon yang tak berdaun.
Untuk itu, siang hari merupakan waktu yang pas bagi para wisatawan untuk melihat puluhan ribu kalong raksasa bergelantungan di pohon-pohon bambu dan pohon lain di Wana Wisata Alam Hutan Bambu Istana Kalong dan Kera.
Terbang Serentak
Saat ada orang memukul salah satu pohon besar, puluhan ribu kalong yang sebelumnya bergelantungan akan terbang serentak dan melakukan manuver menarik di langit.
Setelah melakukan manuver, ribuan kalong itu akan kembali ke posisinya semula yakni bergelantungan di pohon.
Mengutip dari Majalah Kirana (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang tahun 2017), di kawasan Pasifik banyak jenis kalong yang terancam punah.
Sejumlah spesies kalong terancam punah karena perburuan yang berlebihan untuk keperluan konsumsi manusia. Di sisi lain, petani sering menganggap kalong sebagai hama kebun yang perlu diberantas.