Potret Menara Syahbandar Surabaya, Kunci Sukses Perdagangan Zaman Kolonial Belanda
Menara Syahbandar Kalimas di Kota Surabaya merupakan bangunan cagar budaya yang masih berdiri kokoh. Pada zaman kolonial Belanda, menara tersebut memiliki fungsi penting mengatur kelancaran perdagangan. Begini potretnya kini.
Menara Syahbandar Kalimas di Jalan Kalimas Utara 26, Desa Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya tercatat sebagai bangunan cagar budaya.
Bangunan setinggi 10 meter yang sudah ada sejak tahun 1900-an itu masih berdiri kokoh hingga kini. Terletak di Kota Surabaya, bangunan bersejarah itu memiliki ciri khas berupa gambar ikan Sura dan Buaya di dinding kiri dan kanan bangunan.
Kunci Kelancaran Perdagangan
Menara Syahbandar Kalimas digunakan sebagai tempat beraktivitas seorang syahbandar atau kepala pelabuhan. Pejabat tersebut bertugas melaksanakan pengawasan, penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran.
Dikutip dari akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, pada masa kolonial Belanda, Menara Syahbandar Kalimas memiliki fungsi penting. Mulai dari mengawasi segala perdagangan, menentukan pajak, kualitas barang, hingga mata uang yang digunakan dalam bertransaksi.