Potret Masjid Tahan Gempa di Jombang, Dibangun Pakai Dana Pribadi Moeldoko
Salah satu tempat ibadah umat Islam dengan konstruksi bangunan tahan gempa ialah Masjid Dr. H. Moeldoko di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ini sederet keunikannya.
Bangunan tahan gempa menjadi salah satu solusi antisipatif untuk menekan jatuhnya korban jiwa akibat bencana gempa bumi.
Rumah, gedung perkantoran, rumah sakit, hingga tempat ibadah membutuhkan konstruksi tahan gempa. Pasalnya, bangunan-bangunan tersebut menjadi tempat masyarakat banyak melakukan aktivitas.
Salah satu tempat ibadah umat Islam dengan konstruksi bangunan tahan gempa ialah Masjid Dr. H. Moeldoko di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Pakai Dana Pribadi
©2020 Merdeka.com/Youtube Mr Paulsaif
Masjid yang berada di tepi jalan raya menuju jalur tol, Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo itu dibangun menggunakan dana pribadi. Sejak awal, masjid ini dirancang tahan gempa. Pelaksanaan pembangunan masjid dipimpin Istu Hari, yang menjabat Gubernur Akmil pada 2012-2013.
Konstruksi bangunan menggunakan fondasi konstruksi jaring rusuk beton (KJRB). Konstruksi ini adalah penyempurnaan dari fondasi konstruksi sarang laba-laba (KSLL) yang merupakan fondasi tahan gempa karya anak bangsa.
Teknologi fondasi KSLL adalah karya dua orang co-inventor, Ir. Ryantori Angkaraharja dan Ir. Sutjipto di Surabaya pada tahun 1976. Teknologi fondasi ini mampu mengantisipasi kondisi tanah di Indonesia dan cocok untuk desain gedung dengan ketinggian tanggung antara 2 hingga 8 lantai, di atas tanah lunak.
Inovasi Karya Anak Bangsa
©2020 Merdeka.com/Youtube Mr Paulsaif
Masjid Moeldoko adalah bangunan pertama yang menggunakan fondasi KJRB. Peletakan batu pertama pembangunan masjid yang kini menjadi Islamic Center di Jombang tersebut dilakukan langsung oleh Moeldoko pada saat HUT TNI pada 5 Oktober 2014.
“Siapa lagi yang akan menghargai inovasi karya anak bangsa kalau bukan bangsa kita sendiri,” ujar Moeldoko, mengutip dari ANTARA.
Masjid Moeldoko berada di pintu masuk jalan tol di Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Masjid ini juga menjadi pilihan sejumlah pengguna jalan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Tempat ibadah ini terbuka hingga 24 jam untuk siapapun. Memasuki area halaman masjid, petugas akan menyambut ramah siapapun yang datang.
Masjid berukuran 30 x 30 meter di lahan seulas 6.685 meter persegi ini mampu menampung sekitar 1.500 orang jemaah.