LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Perempuan Surabaya Didorong Jadi Petani Kota, Manfaatnya Besar Banget

Perempuan di Kota Surabaya didorong jadi petani kota sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Manfaatnya ternyata besar banget.

2021-11-29 08:08:00
Jawa Timur
Advertisement

Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur mendorong pembentukan kelompok wanita tani di perkampungan kota setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Suharto Wardoyo mengungkapkan, saat ini sudah ada beberapa kelompok wanita tani (KWT) yang terbentuk di Kota Pahlawan.

"Mereka (KWT) yang menggagas pekarangan pangan lestari," terang Suharto di Surabaya, Senin (29/11/2021).

Advertisement

Raih Penghargaan

Salah satu KWT di Kota Surabaya, yakni KWT Dorang Cinta di RT 10 RW 03 Jalan Ikan Dorang Baru 1, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Beberapa hari lalu, saya berkunjung ke kampung itu saat panen sayur hidroponik. Memang di kampung itu banyak budidaya sayur dengan hidroponik," imbuhnya, dikutip dari Antara.

Advertisement

Selain kampung tersebut, ada sembilan kampung lain yang mendapatkan penghargaan Proklim KLHK, yakni RW 1, RW 2, RW 3, RW 4 dan RW 5 Kelurahan/Kecamatan Jambangan, RW 6 Kelurahan/Kecamatan Sambikerep, RW 6 Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo.

Selanjutnya, RW 1 Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes dan RW 2 Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep.

"Kami terus melakukan pembinaan pelestarian ekosistem lingkungan secara makro. Sedangkan untuk pembinaan kampung ada di DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian)," tuturnya.

Kampung Percontohan

Suharto berharap 10 kampung peraih penghargaan proklim itu menjadi percontohan bagi kampung lainnya di Kota Surabaya. Ia menuturkan, saat ini sudah banyak yang melakukan studi banding ke kampung-kampung tersebut.

Pekarangan pangan lestari, lanjut dia, bisa dilakukan jika ada sinergi baik antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkot Surabaya, dan partisipasi aktif masyarakat untuk mengembangkan ekosistem lingkungan di sekitarnya.

"Kami akan terus mendorong terciptanya kampung-kampung semacam ini," tandasnya.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.