Penyebab Ginjal Bocor beserta Gejalanya yang Patut Diketahui
Ginjal bocor adalah sebutan awam untuk menggambarkan sebuah kondisi di mana organ ginjal mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urine. Dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan albuminuria atau proteinuria. Apa penyebabnya?
Pernahkah Anda mendengar istilah ginjal bocor? Ginjal bocor adalah sebutan awam untuk menggambarkan sebuah kondisi di mana organ ginjal mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urine. Dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan albuminuria atau proteinuria.
Albumin adalah protein dalam darah yang bertindak sebagai pembawa dan membantu mempertahankan volume dan tekanan darah. Tindakan ginjal adalah menyaring darah untuk membuang produk limbah dan filter ini (dikenal sebagai glomeruli) mencegah molekul besar, seperti albumin, melewatinya.
Bocornya protein ke dalam urine biasanya disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah kecil (glomeruli) pada ginjal, sehingga tidak dapat menyaring darah dengan baik seperti yang dikutip dari Alodokter. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai penyebab ginjal bocor yang penting diketahui.
Mengenal Kondisi Ginjal Bocor
Ginjal adalah organ yang bekerja seperti filter cerdas. Salah satu pekerjaan utama ginjal adalah menyaring darah. Ketika ginjal Anda sehat, ia menyimpan hal-hal penting yang dibutuhkan tubuh di dalam darah, seperti protein. Ginjal juga akan menghilangkan hal-hal yang tidak dibutuhkan tubuh, seperti produk limbah dan air ekstra.
Jika ginjal Anda rusak, protein dapat “bocor” keluar dari ginjal ke dalam urin. Mengutip kidney.org, adanya protein dalam urin disebut "albuminuria" atau "proteinuria." Albuminuria dan proteinuria memiliki arti yang serupa. Albuminuria mengacu pada tingkat abnormal protein yang disebut albumin dalam urin.
Sementara albumin adalah protein yang paling umum ditemukan dalam urin, ada protein lain dalam urin seperti imunoglobulin dengan berat molekul rendah, lisozim, insulin dan mikroglobulin beta-2. Proteinuria mengacu pada tingkat abnormal dari semua protein dalam urin, yang mungkin termasuk atau tidak termasuk albumin.
Gejala Ginjal Bocor
Pada kebanyakan orang, penyakit ginjal tidak memiliki atau memunculkan gejala apapun. Biasanya kondisi ginjal bocor baru diketahui saat seseorang melakukan pemeriksaan fungsi ginjal, tes urin, atau tes darah.
Meski demikian, secara umum beberapa hal di bawah ini dapat menjadi indikasi seseorang mengalami kebocoran ginjal, yakni;
- Pembengkakan
- Sesak napas
- Sering buang air kecil
- Cegukan
- Kelelahan
- Sulit tidur
- Mual dan muntah
- Kulit kering dan gatal.
Jika Anda memiliki kekhawatiran akan kebocoran ginjal pada diri Anda dan mengalami tanda-tanda atau gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter utuk mengetahui kepastiannya.
Penyebab Ginjal Bocor
Peradangan atau pembengkakan pada filter ginjal adalah penyebab ginjal bocor yang paling umum. Kondisi ini sering disebut glomerulonefritis atau nefritis.
Sementara itu, penyebab ginjal bocor lainnya aalah diabetes dan tekanan darah tinggi. Kedua kondisi ini adalah faktor risiko utama ginjal bocor karena dapat merusak filter ginjal.
Usia yang lebih tua, penambahan berat badan, dan latar belakang keluarga tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kebocoran ginjal.
Selain itu, penyakit kardiovaskular juga terkait sebagai penyebab ginjal bocor lainnya. Pembuluh darah yang rusak dapat menyebabkan gagal jantung atau stroke serta gagal ginjal.
Ginjal bocor terkadang bisa bersifat jangka pendek dan tidak menyebabkan kerusakan ginjal yang signifikan. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika:
- Anda melakukan olahraga berat
- Terjadi bersamaan dengan demam
- Terjadi selama infeksi saluran kemih.