Penyebab Bayi Batuk dan Muntah yang Patut Diwaspadai, Berikut Cara Mengatasinya
Terkadang, bayi mungkin akan batuk dan diikuti oleh muntah. Penting bagi orangtua untuk mengetahui penyebabnya dan segera mengambil langkah tepat untuk mengatasinya. Berikut ini adalah ulasan selengkapnya mengenai bayi batuk dan muntah, mulai dari penyebab hingga penanganannya.
Batuk adalah salah satu gejala penyakit anak yang paling umum. Batuk bisa terdengar parah dan mengerikan bagi sebagian orangtua, tetapi biasanya kondisi ini bukan pertanda penyakit yang sangat serius.
Faktanya, batuk adalah refleks yang sehat dan penting yang membantu melindungi saluran udara di tenggorokan dan dada. Semua bayi dan anak-anak pasti akan batuk sesekali. Tetapi, batuk berulang, kesulitan bernapas dengan batuk, atau batuk bernanah atau berdarah memerlukan evaluasi menyeluruh dan tepat waktu.
Terkadang, bayi mungkin akan batuk dan diikuti oleh muntah. Penting bagi orangtua untuk mengetahui penyebabnya dan segera mengambil langkah tepat untuk mengatasinya. Berikut ini adalah ulasan selengkapnya mengenai bayi batuk dan muntah, mulai dari penyebab hingga penanganannya.
Penyebab Bayi Batuk
Terdapat banyak penyebab seorang bayi batuk dan muntah. Berikut ini adalah beberapa penyebab bayi batuk yang perlu Anda ketahui, dilansir dari seattlechildrens.org;
- Flu biasa. Sebagian besar batuk adalah bagian dari pilek yang mencakup saluran napas bagian bawah. Nama medisnya adalah bronkitis virus. Bronkus adalah bagian bawah jalan napas yang menuju ke paru-paru. Bronkitis pada anak selalu disebabkan oleh virus. Ini termasuk virus flu, influenza dan croup. Bakteri tidak menyebabkan bronkitis pada anak yang sehat.
- Infeksi sinus. Mekanisme pasti dari batuk tidak diketahui. Mungkin post-nasal drip mengiritasi tenggorokan bagian bawah. Atau tekanan di dalam sinus dapat memicu refleks batuk.
- Batuk Alergi. Beberapa bayi dan anak-anak mengalami batuk karena menghirup zat alergi. Contohnya adalah serbuk sari atau kucing. Batuk alergi dapat dikontrol dengan obat alergi, seperti Benadryl.
- Asma. Asma dengan mengi adalah penyebab paling umum dari batuk kronis pada bayi dan anak-anak. Pada orang dewasa, itu merokok.
- Batuk Varian Asma. 25% bayi dan anak penderita asma hanya batuk dan tidak pernah mengi. Mantra batuk memiliki pemicu yang sama dengan serangan asma.
- Batuk Polusi Udara. Asap dalam bentuk apa pun dapat mengiritasi saluran napas dan menyebabkan batuk. Asap tembakau adalah contoh paling umum. Lainnya adalah knalpot mobil, kabut asap dan asap cat.
- Batuk yang Diinduksi. Berlari akan memperburuk batuk. Jika udaranya dingin atau tercemar, batuk bahkan lebih mungkin terjadi.
- Penyebab Serius. Pneumonia, bronkiolitis, batuk rejan dan benda asing saluran napas.
Penyebab Bayi Muntah
Sementara itu, lain halnya dengan penyebab bayi muntah. Berikut ini adalah beberapa penyebab bayi muntah yang dilansir dari nhsinform.scot;
- Gastroenteritis.
- Alergi makanan atau intoleransi susu.
- Refluks gastro-esofageal – di mana isi lambung keluar kembali ke kerongkongan.
- Lubang terlalu besar di dot botol, yang menyebabkan bayi Anda menelan terlalu banyak susu.
- Tidak sengaja menelan sesuatu yang beracun.
- Stenosis pilorus kongenital – suatu kondisi saat lahir di mana saluran dari lambung ke usus telah menyempit, sehingga makanan tidak dapat melewatinya dengan mudah; ini menyebabkan muntah proyektil.
- Hernia tercekik – bayi akan sering muntah dan menangis seolah-olah mereka sangat kesakitan; kondisi ini harus diperlakukan sebagai keadaan darurat medis.
- Intususepsi (di mana teleskop usus masuk dengan sendirinya) – serta muntah, bayi Anda mungkin terlihat pucat dan memiliki gejala dehidrasi.
Cara Mengatasi Bayi Batuk dan Muntah
Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi bayi batuk secara aman di rumah, dilansir dari laman alodokter.com;
1. Berikan ASI
ASI diketahui mengandung zat pembentuk kekebalan tubuh yang dapat memperkuat daya tahan tubuh bayi dalam melawan infeksi. Untuk itu, ASI baik diberikan pada bayi yang sedang mengalami batuk dan muntah. ASI juga baik untuk membantu mengencerkan dahak dan melegakan tenggorokam bayi.
2. Teteskan Cairan Saline
Cairan saline adalah obat tetes hidung yang terbuat dari larutan air garam steril dan berfungsi untuk mengeluarkan lendir di hidung dan tenggorokan bayi. Cairan ini bisa Anda beli di apotik-apotik terdekat.
Cara menggunakan cairan saline adalah, posisikan kepala bayi sedikit mendongak ke atas, kemudian teteskan larutan saline (2-3 tetes) ke rongga hidung dengan bantuan pipet. Diamkan selama 30 detik, lalu bersihkan hidungnya.
3. Beri Uap Hangat
Di sini, uap hangat berfungsi untuk mengencerkan dahak dan membantu bayi Anda bernapas kembali secara lebih lega. Selain itu, Anda juga bisa mengatasi batuk pada bayi dengan cara memandikannya dengan air hangat atau menggunakan alat pelembap udara (humidifier).
4. Beri Minuman Hangat
Jika usia bayi sudah menginjak 6 bulan, maka Anda bisa memberikannya air putih hangat. Namun, jangan memberikannya minuman hangat yang dicampur madu. Hal ini karena madu dapat menyebabkan botulisme pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun.
Sementara, untuk mengatasi bayi yang muntah, Anda bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini;
1. Beri Cairan yang Cukup
Anda harus mencegah bayi dehidrasi dengan meminumkan air putih yang cukup. Jika Anda memilih menggunakan oralit, pastikan bayi meminumnya sesuai dengan instruksi yang ada atau konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
2. Istirahat
Megistirahatkan bayi adalah langkah tepat selanjutnya untuk mengatasi muntah. Biarkan bayi Anda beristirahat di tempat tidur atau gendong dia dengan posisi yang nyaman untuk mencegah muntah kembali terjadi.
3. Hentikan Obat Perangsang Muntah
Anda juga harus menghentikan pemberian obat yang diduga dapat menyebabkan muntah bertambah. Segera temui dokter jika obat yang Anda beri tidak menunjukkan perubahan terhadap durasi muntah bayi.
4. Hindari Makanan Padat
Jangan berikan bayi makanan padat jika ia sedang dalam kondisi sering muntah. Hindari pemberian makanan padat ini selama 6 jam pertama. Alih-alih, berikan bubur atau puree untuk mencukupi kebutuhan kalori dan nutrisinya selama masa muntah.
5. Konsultasi ke Dokter
Cara terakhir dalam menangani bayi yang muntah adalah berkonsultasi dengan dokter.