LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Penyebab Batuk Rejan dan Cara Mengobatinya, Patut Diketahui

Batuk rejan (pertusis) adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Pada banyak orang, kondisi ini ditandai dengan batuk parah yang diikuti dengan napas bernada tinggi. Lantas, apa penyebab batuk rejan? Berikut ulasannya.

2022-09-04 09:00:00
Batuk
Advertisement

Batuk rejan (pertusis) adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Pada banyak orang, kondisi ini ditandai dengan batuk parah yang diikuti dengan napas bernada tinggi.

Sebelum vaksin dikembangkan, batuk rejan dianggap sebagai penyakit anak-anak. Sekarang batuk rejan terutama menyerang anak-anak yang masih terlalu muda untuk menyelesaikan vaksinasi lengkap dan remaja serta orang dewasa yang kekebalannya telah memudar.

Kematian yang terkait dengan batuk rejan jarang terjadi tetapi paling sering dialami oleh bayi. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita hamil dan orang lain yang akan melakukan kontak dekat dengan bayi untuk divaksinasi batuk rejan.

Advertisement

Lantas, apa penyebab batuk rejan? Berikut ulasannya.

Penyebab Batuk Rejan

Batuk rejan disebabkan oleh sejenis bakteri yang disebut Bordetella pertussis, mengutip Mayo Cinic. 

Advertisement

Jika seseorang yang menderita batuk rejan bersin, tertawa, atau batuk, tetesan kecil yang mengandung bakteri ini dapat terbang di udara dan terhirup ke paru-paru siapa pun yang kebetulan berada di dekatnya.

Orang yang tak sengaja menghirup bakteri ini akan tertular batuk rejan juga karenanya. Ketika bakteri masuk ke saluran udara, mereka akan menempel pada rambut-rambut kecil di lapisan paru-paru.

Bakteri ini lantas menyebabkan pembengkakan dan peradangan, yang menghasilkan batuk kering dan tahan lama serta gejala seperti pilek lainnya.

Batuk rejan dapat menyebabkan siapa saja pada usia berapa pun jatuh sakit. Kondisi ini bisa berlangsung 3 sampai 6 minggu.

Gejala Batuk Rejan

Setelah Anda terinfeksi batuk rejan, dibutuhkan sekitar 7 hingga 10 hari untuk tanda dan gejalanya muncul, meskipun terkadang bisa lebih lama. Gejala tersebut biasanya ringan pada awalnya dan menyerupai flu biasa.

Gejala batuk rejan antara lain pilek, hidung tersumbat, mata merah dan berair, demam, serta batuk. Setelah satu atau dua minggu, tanda dan gejala pun akan memburuk. Lendir kental menumpuk di dalam saluran udara, menyebabkan batuk tak terkendali.

Serangan batuk yang parah dan berkepanjangan dapat memprovokasi muntah, membuat wajah tampak merah atau biru, menyebabkan kelelahan ekstrem, dan batuk berakhir dengan suara "teriakan" bernada tinggi saat menghirup udara berikutnya.

Meski demikian, banyak juga orang yang tidak mengembangkan karakteristik suara "teriakan" tersebut. Terkadang, batuk yang terjadi terus-menerus adalah satu-satunya tanda bahwa seorang remaja atau orang dewasa menderita batuk rejan.

Pada bayi, mereka mungkin tidak batuk sama sekali. Sebaliknya, mereka mungkin kesulitan bernapas, atau mereka bahkan mungkin berhenti bernapas untuk sementara. Untuk itu Anda harus benar-benar memerhatikannya.

Diagnosis dan Pengobatan

Karena gejala batuk rejan sangat mirip dengan batuk yang disebabkan oleh pilek, flu, atau bronkitis, sulit untuk mendiagnosisnya sejak dini. Dokter mungkin dapat mengetahui seseorang menderita batuk rejan dari suara batuk yang dihasilkan, tetapi ada tes yang dapat memastikannya, yaitu;

  • Kultur hidung atau tenggorokan. Usap sederhana dari area di mana hidung dan tenggorokan bertemu dapat diuji untuk mencari bakteri yang menyebabkan batuk rejan.
  • Tes darah. Jumlah sel darah putih yang tinggi adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi, tetapi itu tidak selalu berarti batuk rejan.
  • Rontgen dada. Ini bisa menunjukkan jika seseorang mengalami peradangan atau cairan di paru-paru, yang bisa menjadi tanda pneumonia.

Jika Anda mengetahui bahwa Anda menderita batuk rejan sejak dini, antibiotik dapat membantu mengurangi batuk dan gejala lainnya. Mereka juga dapat membantu mencegah infeksi menyebar ke orang lain. Tetapi kebanyakan orang terlambat didiagnosis jadi antibiotik kurang bekerja dengan baik.

Jangan gunakan obat batuk yang dijual bebas, penekan batuk, atau ekspektoran (obat yang membuat Anda batuk berlendir) untuk mengobati batuk rejan karena obat-obatan ini tidak akan bekerja. Jika batuk sangat parah sehingga membuat Anda tidak dapat minum cukup cairan, Anda bisa mengalami dehidrasi. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter.

Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mengobati dan memulihkan diri lebih cepat dari batuk rejan, yaitu;

  • Banyak istirahat. Ini dapat memberi tubuh Anda lebih banyak kekuatan untuk melawan penyakit.
  • Konsumsi makanan kecil sesering yang Anda inginkan. Makan sedikit namun sering dapat membantu mencegah muntah yang kadang-kadang disebabkan oleh batuk yang parah.
  • Udara bersih. Menjaga udara di sekitar Anda bebas dari debu, asap, dan iritasi lainnya dapat membantu meredakan batuk.
  • Perbanyak minum. Tetap terhidrasi dengan minum banyak air atau jus. Jika Anda melihat tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering atau buang air kecil lebih jarang, segera hubungi dokter.
(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.