Penyakit ISPA, Penyebab dan Cara Pencegahan yang Tepat, Lakukan Sebelum Terlambat
Seseorang yang mengidap penyakit ISPA ini tentunya perlu waspada dan mengetahui kapan saatnya akan perlu berkonsultasi dengan dokter, serta cara mencegah penyakit ini.
ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut merupakan infeksi yang menyerang pada bagian saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga ke paru-paru dalam waktu singkat. Hal itulah yang menjadi penyebab disebut dengan akut. Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik.
Walaupun demikian, seseorang yang mengidap penyakit ISPA ini tentunya perlu waspada dan mengetahui kapan saatnya akan perlu berkonsultasi dengan dokter, serta cara mencegah penyakit ini.
Penyakit ISPA akan dapat menyebabkan penderitanya sulit untuk bernapas secara normal dan umumnya akan terganggu ataupun merasa sesak napas.
Maka dari itu, Anda perlu mengetahui apa penyebab dari penyakit ISPA ini dan cara pencegahan yang tepat. Berikut ini kamu telah rangkum penyakit ispa, penyebab dan cara pencegahan yang tepat:
Penyebab Penyakit ISPA
Penyakit ISPA ini biasanya disebabkan oleh adanya infeksi virus ataupun bakter yang mudah sekali dapat menular. Penularan virus ataupun bakteri penyebab ISPA ini akan dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang dapat terinfeksi. Virus ataupun bakteri dalam percikan air liur akan dapat menyebar melalui udara, lalu masuk ke hidung ataupun mulut orang lain.
Selain melalui kontak langsung dengan percikan air liur pendeiritanya, virus juga akan dapat menyebar melalui benda yang dapat terkontaminasi, ataupun berjabat tangan dengan penderitanya.
Walaupun memang penyebarannya dikatakan sangat mudah, namun ada beberapa kelompok orang yang dapat dikatakan akan lebih rentan tertular penyakit ISPA tersebut, antara lain:
1. Anak-anak dan lansia
Penyakit ISPA ini akan sangat rentan menyerang kategori anak-anak dan lansia. Anak-anak dan lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga rentan terhadap berbagai infeksi. Selain itu, penyebaran virus atau bakteri ISPA di kalangan anak-anak dapat terjadi sangat cepat karena anak-anak banyak berinteraksi secara dekat dan melakukan kontak dengan anak-anak yang lain.
2. Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
Penyakit ISPA juga akan dapat mudah menyerang pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Sistem kekebalan tubuh sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri. Ketika kekebalan tubuh menurun, maka risiko terinfeksi akan semakin meningkat. Salah satunya adalah penderita AIDS atau kanker.
3. Penderita ganggun jantung dan paru-paru
Penyakit ISPA juga akan rentan menyerang pada orang penderita gangguan jantung dan paru-paru. ISPA lebih sering terjadi pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau gangguan pada paru-paru sebelumnya.
4. Perokok Aktif
Penyakit ISPA ini juga akan lebih rentan menyerang para perokok aktif dan akan berisiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan, sehingga rentan mengalami ISPA dan cenderung lebih sulit untuk pulih.
Gejala Penyakit ISPA
©Shutterstock.com/Jovan Mandic
Secara umum, ISPA akan menunjukkan gejala pada penderitanya yang berlangsung antara antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala tersebut antara lain:
- Batuk
- Bersin
- Pilek
- Hidung tersumbat
- Nyeri tenggorokan
- Sesak napas
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
Pengobatan Penyakit ISPA
Secara umum, perlu dilakukan langkah untuk mencegah penyakit ISPA akan semakin parah pada penderitanya, ISPA paling sering disebabkan oleh virus, sehingga akan sembuh sendiri tanpa perlu penanganan khusus. Beberapa tindakan untuk meredakan gejala dapat dilakukan secara mandiri di rumah, yaitu dengan:
- Memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
- Mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk membantu meredakan batuk.
- Berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika mengalami sakit tenggorokan.
- Menghirup uap dari semangkuk air panas yang telah dicampur dengan minyak kayu putih atau mentol untuk meredakan hidung yang tersumbat.
- Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dengan menggunakan bantal tambahan, untuk melancarkan pernapasan.
Jika gejala-gejala tersebut belum mulai membaik, Anda akan perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan dapat memberikan obat-obatan untuk meredakan gejalanya antara lain :
- Ibuprofen atau paractemaol untuk meredakan demam dan nyeri otot;
- Diphenhyramine dan pseudoephedrine untuk mengatasi pilek dan hidung tersumbat
- Obat batuk;
- Antibiotik, jika dokter menemukan bahwa ISPA disebabkan oleh bakteri.
Tindakan Pencegahan ISPA
Tindakan pencegahan utama ISPA untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:
- Cuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
- Hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, untuk menghindari penularan virus dan bakteri.
- Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.
- Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Olahraga secara teratur.
- Berhenti merokok
- Lakukan vaksinasi, baik vaksin MMR, influenza, atau pneumonia. Diskusikan dengan dokter mengenai keperluan, manfaat, dan risiko dari vaksinasi ini.