Penjual Stiker di Jalan Sering Memaksa Pengendara, Warga Pasuruan Lakukan Ini
Pengguna jalan di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mengeluhkan tindakan penjual stiker di pertigaan Purwosari. Pasalnya, mereka dianggap memaksa para pengguna jalan yang melintas di pertigaan untuk membeli dagangannya.
Pengguna jalan di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mengeluhkan tindakan penjual stiker di pertigaan Purwosari. Pasalnya, mereka dianggap memaksa para pengguna jalan yang melintas di pertigaan untuk membeli dagangannya.
Aksi tersebut membuat pengguna jalan dari arah Surabaya Malang atau sebaliknya merasa terganggu. Banyak warganet menyampaikan keluhan di media sosial, salah satunya grup facebook Purwosari Hebat.
Pengguna Jalan Terganggu
©2020 Merdeka.com/PTC Dishub Kabupaten Pasuruan
Pemilik akun facebook bernama Kolang Kaleng membagikan cerita pribadinya ketika dipaksa penjual stiker untuk membeli dagangannya. Saat itu ia sedang melintas di pertigaan Purwosari.
“Saya kmarin sempat mau dipaksa untuk beli padahal uang saya tinggal sgitu doang…maaf ya buat admin biar purwosari lebih aman lagi,” tulisnya.
Tak butuh waktu lama, ratusan warganet meramaikan kolom komentar di grup Puwosari Hebat itu. Rupanya banyak di antara mereka yang mengalami nasib serupa.
Pemilik akun bernama Aiko menjelaskan, ia pernah dipaksa membeli stiker dengan harga seikhlasnya. Namun yang terjadi tidak demikian.
“Iya min, saya dari Bangil seringkan ke area Purwosari yang jual itu maksa dikasi 2000 gak mau suruh nambah sedangkan kita ya buat apa stiker itu, bilang seikhlasnya tapi dikasi 2000 3000 gak mau akhirnya tak kasih 5000 diem wes….” tulis akun bernama Aiko Saputri.
Cara Penjual Stiker Beraksi
Menurut cerita Yopie Andreawan, penjual stiker di pertigaan Purwosari memperlakukan pengguna jalan yang melintas dengan cara berbeda-beda.
“Yang paling parah kalau ke plat L. Kesannya terlalu maksa, kadang sempai disuruh minggir…dulu ke singosari biasanya…sekarang pindah ke purwosari,” tulisnya.
“Nduk grup iki ganok sing dadi polisi ta..lek ono ndang ditindak sing dodolan stiker iku ngisini wong purwosari ae (Di grup ini ada yang jadi polisi? Kalau ada segera ditindak para penjual stiker itu, bikin malu Puwosari aja), ” komentar Arifin Bagus.
Diketahui, para penjual stiker memang kerap menawarkan barang dagangannya kepada para pengguna jalan yang melintas di pertigaan Purwosari, Pasuruan, terutama mereka yang berasal dari arah Kota Surabaya.