Penantian Lama Terjawab, Begini Persiapan Calon Jemaah Umrah Jatim Menuju Tanah Suci
Ratusan calon jemaah umrah Jawa Timur bersiap berangkat ke Tanah Suci Makkah. Begini persiapannya.
Ratusan calon jemaah umrah Jawa Timur bersiap berangkat ke Tanah Suci Makkah setelah ibadah tersebut sempat terhenti dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.
Sebanyak 652 calon jemaah umrah asal Jawa Timur itu bakal diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.
"Ada dua tahap pemberangkatan dan diterbangkan bersama dua maskapai berbeda," tutur Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai rapat koordinasi dengan Kanwil Kemenag Jatim dan pihak terkait di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (13/3/2022).
Pemberangkatan
©2015 merdeka.com/Ilham Gifari
Jemaah umrah tersebut bakal diberangkatkan menggunakan dua maskapai berbeda pada Senin (14/3) dan Selasa (15/3).
Pada senin, sebanyak 392 jemaah umrah diberangkatkan menggunakan maskapai Lion Air. Keesokan harinya, sebanyak 260 jemaah umrah bakal diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Khofifah menjelaskan, pemberangkatan ibadah umrah dari Bandara Internasional Juanda dilakukan seiring lampu hijau yang telah diberikan pemerintah pusat.
Perlindungan Jemaah
Mantan Menteri Sosial RI itu mempersiapkan dan memprioritaskan perlindungan jemaah yang telah terdaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro perjalanan umrah dari Jatim.
Menurutnya, perlindungan ekstra hati-hati harus diberikan kepada jemaah yang masuk dalam kategori lanjut usia serta yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).
"Pandemi Covid-19 masih terjadi, meski saat ini melandai. Kehati-hatian ekstra harus tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan ketat," tegasnya, dikutip dari Antara.
Peraturan
©2022 Merdeka.com/Imam Buhori
Sementara itu, terkait peraturan Pemerintah Saudi Arabia yang tidak mengharuskan jemaah membawa hasil swab antigen atau PCR, Khofifah menjelaskan bahwa pada proses kepulangan ke Indonesia jemaah tetap wajib swab di lokasi kedatangan.
"Misalnya jika kedatangan akhir di Juanda, nanti akan dilakukan swab di sana. Sambil menanti hasil, jemaah menunggu di hotel yang telah diverifikasi KKP, PHRI, dan Dinkes Jatim," ungkapnya.
Sebanyak 27 hotel dengan total kapasitas 1.299 tempat tidur telah disiapkan dan masih bisa bertambah sesuai kebutuhan.
"Sebanyak 27 hotel ini sudah terverifikasi dan masih cukup. Namun, antisipasi seiring bertambahnya jumlah penerbangan maskapai, bisa di-exercise menjadi 61 hotel," jelas orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim Husnul Maram mengaku bersyukur atas dibukanya penerbangan jemaah umrah dari Bandara Internasional Juanda.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Gubernur serta pihak terkait. Dari Jatim, terdapat sekitar 8.041 orang yang sudah menunggu daftar berangkat," jelasnya.
(mdk/rka)