LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Mengenal Nyanggring, Jamuan Makan di Lamongan untuk Mengobati Berbagai Jenis Penyakit

Sanggring harus dimasak oleh kaum laki-laki karena mereka tidak mempunyai hadas. Hal ini karena memasak Sanggring dipercaya sebagai bagian dari ritual penyucian. Sanggring dipercaya sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit. Sanggring berarti Sangkaning Wong Gering atau dalam bahasa Indonesia, obat bagi orang sakit.

2020-04-06 14:15:00
Jatim
Advertisement

Nyanggring merupakan upacara tradisi bersih desa di Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dalam acara bersih, desa ini memiliki kegiatan memasak sajian khusus berupa Sayur Sanggring. Sayur yang pada zaman dahulu berguna untuk selamatan atas wisudanya Ki Buyut Terik, leluhur Desa Tlemang.

Dikutip dari etd.repository.ugm.ac.id, upacara tradisi bersih desa ini dilakukan selama empat hari berturut-turut. Upacara tradisi Nyanggring bertujuan untuk membangun solidaritas masyarakat desa sekaligus sebagai pesta rakyat atas hasil bumi yang melimpah.

Advertisement

Asal Mula Sanggring

2020 Merdeka.com/cahayamalam.com


Dikutip dari berbagai sumber, Sanggring merupakan masakan berbahan dasar ayam. Masakan Sanggring pertama kali dimunculkan oleh Ki Buyut Terik, leluhur Desa Tlemang. Sanggring menjadi jamuan makan untuk para tamu. Seiring perjalanan waktu, Sanggring kemudian diwariskan secara turun-temurun bagi masyarakat Desa Tlemang.

Advertisement

Ki Buyut Terik dahulu terkenal cukup sering mengundang tamu untuk menggelar jamuan makan di kediamannya. Sanggring menjadi menu sajian utama. Untuk memasak Sanggring, Ki Buyut Terik mengerahkan murid-muridnya.

Sanggring sebagai Obat Segala Penyakit

2020 Merdeka.com/cahayamalam.com

Sanggring harus dimasak oleh kaum laki-laki karena mereka tidak mempunyai hadas. Hal ini karena memasak Sanggring dipercaya sebagai bagian dari ritual penyucian. Sanggring dipercaya sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit. Sanggring berarti Sangkaning Wong Gering atau dalam bahasa Indonesia, obat bagi orang sakit.

Dihimpun dari berbagai sumber, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam prosesi memasak Sanggring. Dalam pelaksanaannya, harus ada sesepuh desa yang mendampingi para juru masak. Sayur Sanggring dimasak pada tiga buah wajan besar.

Jumlah wajan ini bersifat pakem alias tidak bisa diubah-ubah. Wajan yang digunakan pun merupakan wajan peninggalan yang digunakan turun-temurun untuk memasak sayur Sanggring.

Sanggring Dulu dan Sekarang

2020 Merdeka.com/cahayamalam.com

Jumlah ayam yang dimasak bergantung dari jumlah penduduk desa yang memberi sumbangan. Biasanya masing-masing keluarga akan menyumbang ayam beserta bumbu dan kayu bakar. Kalau pada zaman dahulu, ayam yang dimasak menjadi sayur Sanggring harus berwarna hitam, kini hal itu tidak berlaku lagi.

Saat ini, semua jenis ayam bisa dimasak menjadi sayur Sanggring. Sayur yang dimasak oleh 40 orang laki-laki itu tidak boleh dicicipi. Sebelum Sanggring matang, biasanya warga desa Tlemang dan desa-desa di sekitarnya sudah berkerumun mengantre. Masing-masing dari mereka membawa wadah sendiri-sendiri untuk mendapatkan sayur Sanggring.

Dihimpun dari berbagai sumber, upacara tradisi yang dilaksanakan setiap 27 Jumadil Awal terdiri dari serangkaian kegiatan. Sembari menunggu sayur Sanggring matang, ada penampilan Wayang Krucil dengan 4 orang sinden yang menghibur masyarakat.

Setelah prosesi memasak dan membagikan sayur Sanggring selesai, tokoh masyarakat dan penduduk Desa Tlemang akan beriringan membawa ambeng atau berbagai macam makanan menuju makam Ki Buyut Terik. Di sanalah digelar acara makan bersama seluruh warga Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Rangkaian Pelaksanaan Upacara Nyanggring

2020 Merdeka.com/cahayamalam.com

Dikutip dari etd.repository.ugm.ac.id, pelaksanaan upacara tradisi Nyanggring berlangsung selama empat hari berturut-turut. Hari pertama digunakan untuk membersihkan sumber mata air. Selanjutnya, pada hari kedua, masyarakat Desa Tlemang bahu-membahu membersihkan lingkungan makam Ki Buyut Terik yang merupakan leluhur desa.

Pada hari ketiga, ada kegiatan memasak daging kambing dan pentas Wayang Krucil. Hari keempat merupakan hari puncak dari pelaksanaan upacara tradisi Nyanggring. Pada hari itulah prosesi memasak sayur Sanggring dilakukan oleh juru masak yang semuanya laki-laki. Prosesi memasak Sayur Sanggring ini juga diiringi dengan pentas Wayang Krucil yang menampilkan 4 orang sinden.

Sebagai penutup, masyarakat Desa Tlemang akan berbondong-bondong datang ke makam Ki Buyut Terik. Di sana, mereka mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa dengan cara makan bersama serta memberikan sesaji untuk Ki Buyut Terik.

Makna Upacara Nyanggring

2020 Merdeka.com/lamongankab.go.id

Upacara tradisi Nyanggring di Desa Tlemang ini bertujuan untuk membentuk solidaritas masyarakat sekaligus sebagai pesta rakyat atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu, upacara Nyanggring juga menjadi wujud legitimasi kedudukan kepala desa yang merangkap sebagai kepala adat. Kepala desa memiliki wewenang untuk mengadakan perubahan-perubahan pada pelaksanaan upacara Nyangging tanpa mengubah nilai dan makna upacara tradisi tersebut.

Perubahan yang dilakukan bertujuan untuk memudahkan pelaksanaan upacara tradisi Nyanggring, termasuk menjadikannya lebih meriah dan islami, sebagaimana dikutip dari etd.repository.ugm.ac.id.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.