Niat Salat Sunnah Rawatib dan Tata Caranya, Wajib Diketahui
Mengetahui tata cara dan bacaan niat salat sunnah rawatib merupakan hal yang sudah sepatutnya bagi umat Islam. Rasulullah SAW selalu mengerjakan salat sunnah rawatib ini. Berikut selengkapnya.
Niat salat sunnah rawatib berikut ini patut dihafalkan oleh umat Islam. Salat sunnah rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah menunaikan salat fardhu. Jika dikerjakan sebelum salat fardu, maka salat sunnah ini disebut Qobliyah. Dan jika dikerjakan sesudah salat fardhu, maka ia disebut salat sunnah Ba'diyah.
Salat sunnah rawatib qobliyah dan ba'diyah sangatlah dianjurkan dalam Islam. Namun, seperti halnya ibadah-ibadah sunnah, salat rawatib boleh dikerjakan karena akan mendatangkan pahala, namun apabila tidak dikerjakan juga tak akan mendatangkan dosa. Meski begitu, salat sunnah ini memiliki banyak keutamaan baik.
BACA JUGA: Niat Sholat Rawatib, Sebelum Dan Sesudah Beserta Keutamaannya
Mengetahui tata cara dan bacaan niat salat sunnah rawatib merupakan hal yang sudah sepatutnya bagi umat Islam. Rasulullah SAW selalu mengerjakan salat sunnah rawatib ini. Beliau tidak pernah meninggalkannya meski dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).
Landasan Hukum Salat Sunnah Rawatib
Mengutip hadist, berikut ini adalah beberapa landasan hukum tentang niat salat sunnah Rawatib dalam Islam. Di antaranya;
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: “Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh rakaat yaitu; dua rakaat sebelum shalat zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah salat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum salat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
©Shutterstock
Salat sunnah rawatib juga memiliki keutamaan bagi siapa saja yang mengerjakannya, seperti yang tertuang dalam hadist berikut:
"Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah salat fardhu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, "Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (salat) sunnah?” Jika memiliki amalan salat sunnah, sempurnakan amalan shalat fardhu dengan amal salat sunnahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardhu lainnya seperti tadi," (HR. Ibnu Majah).
Baca juga: Sholat Sunnah Sebelum Dan Setelah Sholat Fardhu
Sementara mengenai waktu pelaksanaan salat sunnah rawatib, dijelaskan dalam sebuah hadits di bawah yang berbunyi:
Ibnu Qudamah berkata: "Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu shalat fardhu hingga shalat fardhu dikerjakan, dan shalat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya shalat fardhu hingga berakhirnya waktu shalat fardhu tersebut.“ (Al-Mughni 2/544)
Niat Salat Sunnah Rawatib dan Tata Caranya
Sebelum menunaikannya, Anda perlu menghafal bacaan niat salat rawatib terlebih dahulu yakni yang berbunyi seperti berikut:
- Niat salat sunnah rawatib sebelum shalat subuh
Ushallii sunnatash shubhi rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
- Niat salat sunnah rawatib setelah shalat isya
Ushallii sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku (niat) shalat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”
Sementara itu, setelah hafal niat salat sunnah rawatib maka yang selanjutnya perlu diketahui adalah tata cara pelaksanaannya. Tata cara salat sunnah rawatib pada dasarnya tak jauh beda dengan jenis salat sunnah lainnya yang meliputi;
1. Membaca Niat
2. Takbiratul Ihram
3. Membaca doa Iftitah
4. Membaca Surat al-Fatihah
5. Membaca Surat Pendek (Dianjurkan Surah Al-Kaafirun dan Al-Ikhlas)
6. Ruku dengan tumaninah (Allahu akbar)
7. Itidal dengan tumaninah,
8. Sujud dengan tumaninah
9. Duduk di antara dua sujud, dengan tumaninah
10. Sujud kedua dengan tumaninah (Allahu akbar)
11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
12. Membaca surat Al-Fatihah
13. Membaca Surat Pendek yang dihapal
14. Ruku dengan tumaninah (Allahu akbar)
15. Itidal
16. Sujud pertama (rakaat kedua)
17. Duduk diantara dua sujud
18. Sujud kedua (rakaat kedua)
19. Tasyahud Akhir
20. Salam
Pembagian dan Jumlah Rakaat Salat Sunnah Rawatib
Salat sunnah rawatib memiliki pembagian yang wajib untuk Anda ketahui, agar salat sunnah yang dijalankan berada di jalur yang benar. Pembagian ini dilakukan berdasarkan salat yang lebih diutamakan, yaitu sebagai berikut:
- Salat Sunnah Rawatib Mu'akkad
Setelah niat salat sunnah rawatib mu'akkad memiliki jumlah rakaat sebanyak 12, yaitu:
- 2 rakaat sebelum subuh
- 2 atau 4 rakaat sebelum zuhur
- 2 atau 4 rakaat sesudah zuhur
- 2 rakaat sesudah maghrib
- 2 rakaat sesudah isya
Penjelasan tentang jumlah rakaat shalat sunnah rawatib ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i berikut ini; Dari Aisyah radiyallahu‘anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum zuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)
- Salat Sunnah Rawatib Ghoiru Mu'akkad
Salat sunnah rawatib ghoiru mu'akkad adalah jenis salat sunnah rawatib lainnya yang pelaksanaannya tidak begitu ditekankan. Salat sunnah rawatib ghoiru mu'akkad memiliki jumlah rakaat sebagai berikut:
- 2 atau 4 rakaat sebelum ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam)
- 2 rakaat sebelum maghrib
- 2 rakaat sebelum isya
(mdk/edl)