Nanjak Ambeng, Tradisi Buka Bersama di Lamongan yang Dirindukan Saat COVID-19
Setiap tahun, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan memiliki tradisi khusus buka puasa bersama. Tradisi bernama Nanjak Ambeng itu digelar di jalan kampung, para warga berkumpul sepanjang jalan. Di hadapannya ada nasi dalam talam atau yang biasa disebut ambeng.
Bagi warga pesisir utara Lamongan, pelaksanaan Ramadan kali ini terasa berbeda. Setiap tahun, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan memiliki tradisi khusus buka puasa bersama.
Tradisi bernama Nanjak Ambeng itu digelar di jalan kampung, para warga berkumpul sepanjang jalan. Di hadapannya ada nasi dalam talam atau yang biasa disebut ambeng. Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, Nanjak Ambeng tentu tidak bisa dilaksanakan.
Tradisi Turun Temurun
2020 Merdeka.com/pasangmata.com
Dikutip dari berbagai sumber, Nanjak Ambeng adalah sebutan untuk kegiatan buka puasa dengan makan makan bersama dalam satu talam. Dalam bahasa Jawa, Nanjak berarti makan bersama, sedangkan Ambeng adalah nasi dalam talam.
Tradisi ini sudah mandarah daging dalam kehidupan masyarakat Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan atau Wong Ciran. Nanjak Ambeng biasa digelar di sepanjang Jalan Pondok di Desa Paciran.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat Paciran berkumpul dan membuat lingkaran-lingkaran kecil mengelilingi nasi dalam talam.
Ngabuburit Tahunan
2020 Merdeka.com/pinterest.com
Setiap tahun, tradisi Nanjak Ambeng tidak pernah absen digelar. Masyarakat berbaur dengan raut muka penuh semangat dan tidak ada kecanggungan sama sekali.
Nanjak Ambeng ini merupakan bentuk ngabuburit tahunan khas masyarakat Paciran yang dipenuhi dengan nuansa kebersamaan dan kesetaraan.
Petinggi desa, kiai, tokoh desa berbaur menjadi satu dengan masyarakat yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan, mulai anak-anak hingga yang berusia lanjut.
Nanjak Ambeng rutin dilaksanakan untuk menciptakan kebersamaan antarwarga, termasuk mendekatkan pimpinan dan masyarakat. Semarak bulan suci Ramadan tampak setiap kali Nanjak Ambeng dilaksanakan.
Ratusan Talam
2020 Merdeka.com/pinterest.com
Dalam satu kali penyelenggaraan Nanjak Ambeng biasanya ada ratusan talam berisi nasi dan segala jenis lauk-pauk. Pada penyelenggaraan di bulan Ramadan 2016 lalu misalnya, sebanyak 250 talam berisi nasi ludes diserbu warga Desa Paciran.
Biasanya sebelum buka puasa bersama dilangsungkan, terlebih dahulu ada tausiyah yang disampaikan oleh penceramah sembari menunggu datangnya waktu magrib.
Tanda Bulan Puasa Segera Berakhir
2020 Merdeka.com/pinterest.com
Pelaksanaan Nanjak Ambeng menjadi penanda akan segera berakhirnya bulan puasa. Sebab Nanjak Ambeng sendiri digelar di hari-hari terakhir bulan Ramadan.
Ratusan Ambeng yang disediakan untuk buka bersama merupakan sumbangan dari warga Paciran. Tidak heran apabila menu dan lauk-pauknya beragam. Ada nasi kuning, sayur lodeh, lalapan, nasi uduk, dan masih banyak lagi.
Selain ambeng, biasanya warga Paciran juga banyak yang membuat takjil. Takjil ini biasa dinikmati sebagai makanan pembuka dalam buka puasa.