MLM Adalah Sistem Pemasaran Berjenjang, Berikut Cara Kerjanya
MLM adalah sebuah sistem pemasaran modern melalui jaringan distribusi yang dibangun secara permanen dengan memposisikan pelanggan sekaligus sebagai tenaga pemasaran. MLM disebut juga sebagai network marketing lantaran.
Multi Level Marketing atau MLM adalah sebuah sistem pemasaran yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia .MLM apabila diterjemahkan artinya kurang lebih adalah pemasaran dengan banyak jenjang. MLM disebut juga Network Marketing, Multi Generation Marketing, dan Uni Level Marketing.
MLM adalah sebuah sistem pemasaran modern melalui jaringan distribusi yang dibangun secara permanen dengan memposisikan pelanggan sekaligus sebagai tenaga pemasaran. MLM disebut juga sebagai network marketing lantaran anggota kelompoknya seringkali terus berkembang, sehingga membentuk sebuah jaringan kerja (network).
Jaringan ini lantas menjadi suatu sistem pemasaran, berupa sekumpulan banyak orang yang kerjanya melakukan promosi dan penjualan produk-produk MLM tersebut. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai pengertian MLM beserta hal-hal lain yang patut diketahui tentangnya.
Mengenal Apa Itu MLM
Sistem marketing MLM lahir pada tahun 1939 dan merupakan kreasi serta inovasi marketing yang melibatkan masyarakat konsumen dalam kegiatan usaha pemasarannya. Strategi ini bertujuan agar masyarakat konsumen dapat menikmati tidak hanya manfaat produk saja, tetapi juga manfaat finansial dalam bentuk insentif, hadiah-hadiah, haji dan umrah, perlindungan asuransi, tabungan hari tua dan bahkan kepemilikan saham perusahaan.
gladwinlegal.com.au
Sebagian orang ada juga yang menyebut MLM sebagai bisnis penjualan langsung atau direct selling. Pendapat ini berdasarkan pelaksanaan penjualan MLM adalah yang dilakukan secara langsung oleh juru jual kepada konsumen. Aktivitas penjualan tersebut dilakukan oleh seorang penjual disertai penjelasan, presentase dan demo produk.
Saat ini di Indonesia, penjualan langsung atau direct selling baik yang single level maupun multi level bergabung dalam suatu asosiasi yaitu Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI).
Organisasi ini merupakan anggota KADIN, bagian dari World Federation Direct selling Association (WFDSA). MLM merupakan konsep yang memberikan kesempatan kepada konsumen untuk turut terlibat sebagai penjual dan memperoleh manfaat dan keuntungan di dalam garis kemitraannya.
Sistem Bonus dan Bertingkat
Dalam istilah MLM, anggota dapat disebut pula sebagai distributor atau mitra niaga. Jika mitra niaga mengajak orang lain untuk menjadi seorang anggota sehingga jaringan pelanggan atau pasar semakin besar atau luas, itu artinya mitra niaga telah berjasa mengangkat omzet perusahaan, mengutip Veithzal Rivai dalam bukunya yang berjudul Islamic Marketing.
Atas dasar itulah kemudian perusahaan berterimakasih dengan bentuk memberi sebagian keuntungannya kepada mitra niaga yang berjasa dalam bentuk insentif berupa bonus, baik bonus bulanan, tahunan, maupun bonus-bonus lainnya.
MLM adalah pemasaran yang dilakukan banyak level atau tingkatan, yang biasanya dikenal dengan istilah up line (tingkat atas) dan down line (tingkat bawah). Up line dan down line umumnya mencerminkan hubungan pada level yang berbeda vertikal maupun horizontal.
Karena itu seseorang akan disebut up line apabila telah mempunyai down line, baik berjumlah satu maupun lebih. Bisnis MLM adalah bisnis yang menggunakan sistem jaringan, meskipun masing-masing perusahaan distributor menyebut dengan istilah yang berbeda-beda.
Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Dalam MLM ada dikenal istilah member, yaitu orang yang berjasa dalam menjualkan produk perusahaa secara tidak langsung, dengan membangun formasi jaringan.
Cara Kerja MLM
Pada dasarnya, cara kerja pemasaran dengan strategi MLM adalah yang berorientasi pada prestasi dari setiap anggota atau distributornya. Para distributor dituntut untuk menjual produk sesuai target dan membangun jaringan seluas-luasnya.
Adapun cara kerja pemasaran dengan strategi MLM yang disadur dari Jurnal STAIN Jurai Siswo Metro oleh Andi Setiawan adalah:
1. Pertama, Anda akan disponsori oleh seorang distributor perusahaan MLM.
Sponsor Anda adalah distributor yang lebih dahulu bergabung dengan perusahaan MLM. Tugas Anda antara lain menjual produk-produk perusahaan MLM dan mencari mitra bisnis baru sebanyak mungkin untuk bergabung menjadi distributor, hingga membentuk suatu jaringan yang luas.
2. Membayar uang pangkal/pendaftaran.
Untuk dapat didaftar sebagai anggota atau distributor, setiap orang diwajibkan membayar sejumlah uang yang sudah ditentukan besarnya. Uang pendaftaran ini biasanya akan diserahkan ke stockiest terdekat bersamaan dengan formulir pendaftaran yang telah diisi oleh prospek atau calon distributor.
Setelah membayar uang pangkal seorang distributor baru akan mendapatkan berbagai fasilitas misalnya buku pedoman, kartu anggota, literatur perusahaan, majalah, selebaran berkala, informasi produk, formulir-formulir pesanan, nasehat bisnis, dan contoh-contoh produk.
3. Menandatangani perjanjian atau kontrak.
Seorang anggota/distributor yang sudah membayar sejumlah uang pangkal tadi, kemudian akan menandatangani suatu kontrak yang bersifat mengikat distributor dan perusahaan.
Seorang distributor harus mematuhi berbagai peraturan yang sudah ditetapkan, sedangkan perusahaan berkewajiban untuk menyediakan produk, memberikan berbagai bonus atau komisi, memberikan layanan sebagaimana dijanjikan dalam marketing plan perusahaan, dan pedoman agar para distributor dapat menjalankan bisnisnya dengan benar.
Setiap anggota berhak untuk mendapatkan produk-produk dari perusahaan dengan harga distributor atau harga grosir.
4. Melaksanakan aktivitas penjualan produk.
Para distributor kemudian melakukan kegiatan menjual produk-produk perusahaan kepada konsumen. Sebagian besar penjualan langsung/direct selling ini merupakan personal selling/face to face, diawali dengan suatu rekomendasi atau pendekatan langsung.
Para distributor biasanya memberikan penjelasan tentang produkproduk perusahaan dan meyakinkan akan manfaat, keunggulan, atau kualitas agar orang bersedia untuk membelinya.
5. Mengembangkan jaringan.
Selain bertugas menjual produk secara langsung kepada konsumen, setiap distributor juga harus mengembangkan jaringan penjualan seluas-luasnya. Untuk dapat membangun jaringan, setiap distributor harus mencari prospek.
Ada beberapa strategi untuk mendapatkan prospek, yaitu kembangkan jaringan seluas-luasnya, jelajahi seluruh pasar, temui orang-orang tempat prospek bergantung, dan tampakkan diri sebagai agen.
Apabila distributor berhasil dalam mengembangkan jaringan, maka perusahaan akan memberikan berbagai imbalan dalam bentuk bonus, potongan harga, dan insentif lainnya. Strategi MLM adalah strategi yang bertumpu pada pengembangan jaringan, sehingga semakin banyak seorang distributor berhasil merekrut anggota baru maka penghasilan atau bonusnya semakin besar