LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Mengenang Agus Sunyoto, Ketua Lesbumi NU dan Mantan Wartawan yang Karyanya Fenomenal

Sejarawan sekaligus Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU Agus Sunyoto meninggal dunia. Ini perjalanan karier dan karyanya yang fenomenal.

2021-04-27 12:31:00
Jawa Timur
Advertisement

Sejarawan sekaligus Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU Agus Sunyoto meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Ramelan, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (27/4/2021).

Agus Sunyoto dikenal sebagai budayawan yang produktif menulis. Pria kelahiran Surabaya, 21 Agustus 1959 itu telah menulis banyak buku. Salah satunya yang paling fenomenal ialah buku Atlas Wali Songo. Dikutip dari laman NU Online, penulisan buku tersebut merupakan upaya Agus Sunyoto meyakinkan publik bahwasanya Wali Songo ialah fakta sejarah, bukan sekadar dongeng.

Advertisement

Bakat Menulis

©2021 Merdeka.com/nu.or.id

Agus menyelesaikan pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi di Kota Surabaya. Setelah lulus dari SMAN IX Surabaya, cita-citanya menjadi seorang seniman mendorong ia melanjutkan kuliah ke Jurusan Seni Rupa IKIP Surabaya. Kemudian, pada tahun 1986 Agus melanjutkan pendidikan pada Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Pascasarjana IKIP Malang.

Advertisement

Dikutip dari digilib.uinsby.ac.id, kegemaran Agus Sunyoto dalam hal tulis-menulis bermula ketika sang ayah membelikannya mesin ketik saat ia duduk di bangku kelas XI SMA. Kemudian, pada 1983 ia mengikutsertakan dua cerpennya dalam Pekan Seni FKSS IKIP Surabaya. Tak disangka, kedua tulisannya itu menjadi pemenang kedua dan ketiga.

Wartawan di Media Tersohor

 

Pada tahun 1984, Agus mengawali kariernya sebagai kolumnis. Kemudian pada tahun 1986-1989 ia bekerja sebagai wartawan Jawapos.

Ia kemudian memutuskan keluar dari Jawapos dan menjadi wartawan lepas. Ketidakterikatannya dengan jam kerja yang saklek membuat ia produktif menulis novel dan artikel. Artikelnya antara lain dimuat di Jawapos, Surabaya Pos, Surya, dan Republika.

Pada tahun 1990-an, Agus Sunyoto mulai aktif di LSM serta melakukan penelitian sosial dan sejarah. Selain ditulis dalam bentuk laporan ilmiah, ia juga menuangkan hasil penelitiannya menjadi novel.

Karya-karya

©2021 Merdeka.com/nu.or.id

Selain buku Atlas Wali Songo yang fenomenal dan dikenal luas oleh publik, Agus Sunyoto memiliki sejumlah karya lain yang diterbitkan dalam bentuk buku. Antara lain, Sumo Bawuk (Jawa Pos, 1987); Sunan Ampel: Taktik dan Strategi Dakwah Islam di Jawa (LPLI Sunan Ampel, 1990); Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial dan Keagamaan (Kalimasahada, 1994); Banser Berjihad Melawan PKI (LKP GP Ansor Jatim, 1995); Darul Arqam: Gerakan Mesianik Melayu (Kalimasahada, 1996); Wisata Sejarah Kabupaten Malang (Lingkaran Studi Kebudayaan, 1999); Pesona Wisata Sejarah Kabupaten Malang (Pemkab Malang, 2001).

Selain itu, Agus Sunyoto juga menulis karya fiksi. Beberapa karya fiksinya yang dipublikasikan menjadi cerita bersambung di Jawapos yakni Anak-anak Tuhan (1985); Orang-orang Bawah Tanah (1985); Ki Ageng Badar Wonosobo (1986); Khatra (1987); Hizbul Khofi (1987); Khatraat (1987); Gembong Kertapati (1988); Vi Daevo Datom (1988); Angela (1989); Bait Al-Jauhar (1990); Angin Perubahan (1990).

Karya fiksinya yang dimuat di harian sore Surabaya Pos meliputi Sastra Hajendra Pangruwat Diyu (1989); Kabban Habbakuk (1990); Misteri di Snelius (1992); Kabut Kematian Nattayya (1994); Daeng Sekara (1994-1995): Sang Sarjana (1996); Jimat (1997). Sementara yang terbit di harian Surya yakni Dajjal (1993). Di Radar Kediri: Babad Janggala- Panjalu dengan episode: (1) RahuwhanaTattwa, (2) Ratu Niwatakawaca, (3) Ajisaka dan Dewata Cahangkara, (4) Titisan Darah Baruna. Kemudian, karya fiksinya yang terbit di harian Bangsa adalah Suluk Abdul Jalil (2002).

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.