Melahirkan Sendiri, Perempuan Ini Potong Tali Pusar Pakai Gunting Bayinya Meninggal
Seorang perempuan berinisial AY (22), warga Kabupaten Tulungagung nekat melakukan proses persalinan seorang diri. Beberapa saat setelah dilahirkan, bayinya meninggal.
Seorang perempuan berinisial AY (22), warga Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, nekat melakukan proses persalinan seorang diri pada Minggu (23/4/2023). Belum diketahui pasti apa yang melatarbelakangi AY nekat melahirkan sang bayi sendiri di kediamannya.
Bayi yang dilahirkan itu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah almari di kediaman AY. Padahal, saat lahir, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dalam kondisi hidup.
Kematian bayi perempuan yang baru lahir itu dinilai janggal. Tetangga AY yang curiga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Bandung dan diteruskan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.
Tindakan Keji Pelaku
Kasus bayi meninggal itu bermula saat AY melahirkan buah hatinya pada Minggu (23/4/2023) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat lahir, bayi itu masih bergerak. Kasi Humas Polres Tulungagung, IPTU Anshori mengungkapkan, AY memotong sendiri tali pusat sang bayi menggunakan gunting.
“Namun ari-ari masih ada di dalam kandungan,” dikutip dari akun Instagram resmi @satreskrimtulungagung, Jumat (28/4/2023).
Selanjutnya, AY mengaku melihat bayi tidak bergerak dengan posisi leher terlilit celana dalam miliknya. Melihat hal tersebut, AY mengambil tas dan memasukkan sang buah hati ke dalamnya.
“(Bayi) ditaruh di almari gantungan baju paling bawah,” imbuh unggahan @satreskrimtulungagung.
Setelah melahirkan sang bayi, AY pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia juga sempat pingsan selama sekitar 1,5 jam akibat pendarahan saat melahirkan. Saat siuman dari pingsan sekitar pukul 09.25 WIB, AY menelepon temannya, WP dan ER. Kedua temannya itu mengantar AY ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Bandung.
Pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung menanyakan keberadaan bayi yang dilahirkan AY. Saat itulah, orang tua AY yang berisial SP mengantar jenazah bayi tersebut ke RS yang bersangkutan.
Autopsi Jenazah Bayi
©2023 Merdeka.com/Instagram @satreskrimtulungagung
Menindaklanjuti dugaan bayi meninggal dengan cara tidak wajar di Kecamatan Bandung, Satreskrim Polres Tulungagung bersama Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Jatim, melakukan autopsi terhadap jenazah bayi pada Kamis (27/4/23).
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra menjelaskan, autopsi dilakukan karena ada indikasi ketidakwajaran atas meninggalnya bayi perempuan yang baru dilahirkan serta untuk mencari bukti ada atau tidaknya kekerasan pada tubuh bayi. Usai autopsi, jenazah dimakamkan kembali sesuai dengan ketentuan agama.
“Setelah hasil autopsi resmi sudah keluar, Satreskrim akan melakukan gelar perkara lanjutan untuk menentukan status hukum”, jelasnya.
Polres Tulungagung telah memeriksa para saksi, termasuk AY yang merupakan ibu korban. Selain itu, aparat kepolisian juga telah mengamankan barang bukti yang ada kaitanya dengan kejadian tersebut sembari menunggu hasil autopsi.