Lebih dari 250 Rumah di Pamekasan Rusak Dihantam Angin Kencang, Waspadai Ini
Lebih dari 250 rumah warga di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur rusak dihantam musibah angin kencang pada Rabu (8/12). Begini nasib para korban.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Jawa Timur mencatat setidaknya ada 257 bangunan milik warga di Kecamatan Pademawu rusak dihantam musibah angin kencang yang disertai hujan deras di wilayah itu pada Rabu, 8 Desember 2021.
"Data kerusakan ini berdasarkan laporan tim di masing-masing desa di lokasi bencana yang kami terima hingga malam ini," terang Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono di Pamekasan, Kamis (9/12) malam.
Ratusan bangunan yang rusak itu tersebar di sembilan desa. Rinciannya, di Desa sebanyak 2 bangunan, Desa Baddurih 22 bangunan, Desa Murtajih sebanyak 5 bangunan, Durbuk sebanyak 7 bangunan, dan di Desa Prekbun sebanyak 14 bangunan.
Di Desa Majungan sebanyak 15 bangunan, di Desa Bunder satu bangunan, dan di Desa Pegagan sebanyak 41 bangunan rusak. Sementara itu, bangunan yang paling banyak rusak ada di Desa Jarin, yakni sebanyak 155 bangunan.
Nasib Korban
Selain rumah warga, dua fasilitas umum berupa lembaga Pendidikan juga rusak akibat angin kencang pada 8 Desember lalu.
"Kerusakan rata-rata pada asbes rumah, karena ditiup angin. Tapi ada juga dapur warga yang roboh dan rata dengan tanah," jelas Budi, dikutip dari Antara.
Menindaklanjuti kondisi di lapangan, BPBD Pemkab Pamekasan telah melapor ke Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat agar para korban mendapatkan bantuan.
Koordinator TRC BPBD Pemkab Pamekasan itu mengungkapkan, Kecamatan Pademawu termasuk kecamatan yang terdata sebagai daerah rawan bencana alam angin kencang dan banjir di musim hujan seperti saat ini.
"Warga yang rumahnya rusak, sementara ini masih numpang menginap di rumah familinya. Tidak ada yang mengungsi, dan alhamdulillah tidak ada pula yang korban," pungkasnya.