LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Kumpulan Kata Antonim dan Pengertiannya, Menarik Dipelajari

Kumpulan kata antonim di bawah ini dapat Anda pelajari untuk memperdalam ilmu bahasa Indonesia. Antonim adalah lawan kata, dan biasanya antonim dipelajari bersama dengan sinonim yang adalah padanan atau persamaan kata.

2022-09-06 13:13:00
Ragam
Advertisement

Kumpulan kata antonim di bawah ini dapat Anda pelajari untuk memperdalam ilmu bahasa Indonesia. Antonim adalah lawan kata, dan biasanya antonim dipelajari bersama dengan sinonim yang adalah padanan atau persamaan kata.

Antonim maupun sinonim biasanya akan banyak Anda temukan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Mempelajarinya dapat membantu Anda memperkaya kosakata dan meningkatkan pengetahuan Anda terhadap bahasa Indonesia.

Kosakata dalam bahasa Indonesia memang tak terhitung jumlahnya. Masing-masing kosakata tersebut memiliki padanan dan lawanan kata yang sangat menarik untuk dipelajari. Kumpulan kata antonim dapat Anda hafalkan untuk bekal ujian bahasa Indonesia.

Advertisement

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya mengenai pengertian hingga contoh kumpulan kata antonim yang penting dipelajari.

Pengertian Antonim

Antonim adalah sebuah istilah dalam bahasa Indonesia yang berarti lawan kata. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Antonim adalah leksem yang berpasangan secara antonimi.

Advertisement

Mengutip Liputan6, antonim menurut Rahardi (2010: 33) adalah bentuk kebahasaan tertentu akan dapat dikatakan berantonim kalau bentuk itu memiliki makna yang tidak sama dengan makna lainnya.

Dalam linguistik dijelaskan bahwa antonim menunjukkan bentuk-bentuk kebahasaan memiliki relasi antar makna yang wujud logisnya berbeda atau bertentangan antara satu dengan lainnya.

Ya, antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan, pertentangan, atau kontras antara yang satu dengan yang lainnya.  Terminologi tradisional menjelaskan bahwa antonim merupakan kata-kata yang berlawanan makna (Saeed, 2000, hal 66).

Relasi makna jenis ini disebut dengan meanings complementary, yaitu butir leksikal yang memiliki ciri semantik bersama, namun juga memperlihatkan kontras makna dan bahkan perlawanan makna.

Keberlawanan makna dirumuskan sebagai kontras makna yang bersifat polar dan dapat mengenai kualitas (high x low), atau jumlah (banyak x sedikit), keadaan (terbuka x tertutup), waktu (now x then), ruang/tempat (here x there), gerakan (maju x mundur).

Bisa dikatakan bahwa antonim adalah hubungan semantik antara dua kata atau lebih yang memiliki makna bertentangan, berkebalikan, atau kontras. Jika ditelusuri secara etimologis, antonim adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni "onoma" yang berarti nama dan "anti" yang berarti melawan.

Dengan begitu, antonim dapat diartikan sebagai "nama lain untuk benda lain pula".

Jenis-Jenis Antonim

Sebelum melanjutkan pada contoh kumpulan kata antonim, memang penting bagi Anda untuk terlebih dahulu memahami pengertian serta jenis-jenis dari kata antonim itu sendiri.

Hubungan antara dua satuan ujaran yang berantonim bersifat dua arah. Jika kata kaya berantonim dengan kata miskin, maka kata miskin juga berantonim dengan kata kaya.

Dilihat dari sifat hubungannya tersebut, antonim dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis antonim tersebut adalah sebagai berikut:

1. Antonim Taksonomis

Antonim taksonomis memiliki arti pertentangan makna yang bersifat mutlak. Misalnya, kata “hidup dan mati”, ada batasan yang jelas dan tegas antara kata hidup dan mati. Sesuatu yang hidup tentu belum mati, dan sesuatu yang mati pasti tidak hidup.

2. Antonim Kekutuban

Dalam antonim kekutuban, tidak selalu terdapat pertentangan yang mutlak. Antonim ini bersifat relatif atau bergadrasi. Hal ini dikarenakan karena batasan makna kata satu dan lainnya tidak dapat ditentukan dengan jelas dan tegas. Misal, kata besar dan kecil.

Kambing akan menjadi sesuatu kecil ketika diperbandingkan dengan kuda dan akan menjadi sesuatu yang besar ketika diperbandingkan dengan kucing. Selanjutnya, kucing akan menjadi sesuatu yang besar ketika diperbandingkan dengan tikus dan akan menjadi sesuatu yang kecil ketika diperbandingkan dengan anjing. Jadi, tidak ada batasan yang jelas untuk kata besar dan kecil.

3. Antonim Berbalikan atau Bernasabah

  • Antonim Relasional

Antonim relasional bermakna hubungan pertentangan yang bersifat relasi. Artinya, kata yang satu muncul akibat kata lainnya. Misal, suami x istri; jual x beli.

  • Antonim Hierarkial

Antonim hierarkial muncul dari pertentangan makna antara kata yang berada dalam satu garis jenjang atau hierarki. Misal, gram x kilogram; tamtama x bintara.

  • Antonim Majemuk

Di dalam bahasa Indonesia, mungkin ada satu ujaran yang memiliki pasangan antonim lebih dari satu. Misalnya, kata berdiri. kata berdiri dapat berantonim dengan kata duduk, tidur, tiarap, dan jongkok. Hal semacam ini dinamakan antonim majemuk.

Kumpulan Kata Antonim

Berikut ini adalah kumpulan kata antonim yang dapat Anda pelajari;

1. Abadi x Sementara

2. Abdi x Majikan

3. Abolisi x Pemberatan

4. Ahli x Amatir

5. Akrab x Canggung

6. Bagus x Jelek

7. Bahagia x Sedih

8. Baik x Buruk

9. Banyak x Sedikit

10. Baru x Lama

11. Bekerja x Menganggur

12. Cacat x Normal

13. Cair x Padat

14. Canggih x Terbelakang

15. Cantik x Jelek

16. Cinta x Benci

17. Cowok x Cewek

18. Curam x Landai

19. Dalam x Dangkal

20. Damai x Perang

21. Datang x Pergi

22. Dorong x Tarik

23. Duduk x Berdiri

24. Duka x Suka

25. Ekuivalensi x Diferensiasi

26. Elastis x Kaku

27. Epilog x Prolog

28. Evolusi x Resolusi

29. Fakta x Fiksi

30. Fisik x Mental

31. Gadai x Tebus

32. Gali x Kubur

33. Gampang x Susah

34. Gelap x Terang

35. Gemuk x Kurus

36. Ganjil x Genap

37. Hadir x Absen

38. Hemat x Boros

39. Hidup x Mati

40. Indah x Jelek

41. Individu x Kelompok

42. Jatuh x Bangkit

43. Jauh x Dekat

44. Jelas x Kabur

45. Jelek x Baik

46. Kacau x Teratur

47. Kakak x Adik

48. Kakek x Nenek

49. Kaki x Tangan

50. Kanan x Kiri

51. Kasar x Halus

52. Lari x Jalan

53. Legal x Ilegal

54. Lemah x Perkasa

55. Lembut x Kasar

56. Liar x Jinak

57. Mahal x Murah

58. Maju x Mundur

59. Maksimal x Minimal

60. Mampu x Terbatas

61. Mancung x Pesek

62. Mandiri x Bergantung

63. Naik x Turun

64. Nakal x Baik

65. Nasional x Internasional

66. Oponen x Eksponen

67. Otoriter x Demokrasi

68. Padat x Renggang

69. Pahala x Dosa

70. Pakar x Awam

71. Paman x Bibi

72. Panas x Dingin

73. Rajin x Malas

74. Raksasa x Kerdil

75. Ramai x Sepi

76. Rapi x Berantakan

77. Salin x Tempel

78. Sama x Beda

79. Sebab x Akibat

80. Sebelum x Sesudah

81. Sedih x Senang

82. Tajam x Tumpul

83. Tambah x Kurang

84. Tangguh x Rentan

85. Tangkap x Lepas

86. Asli x Palsu

87. Belum x Sudah

88. Benar x Salah

89. Berat x Ringan

90. Berhasil x Gagal

91. Bersih x Kotor

92. Cepat x Lambat

93. Depan x Belakang

94. Diam x Bergerak

95. Ekspor x Impor

96. Tinggi x Rendah

97. Tua x Muda

98. Menang x Kalah

99. Lupa x Ingat

100. Kuat x Lemah

(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.