LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Klinik dan Laboratorium di Jatim Turunkan Tarif PCR, Warganet Curhat Masih Mahal

Presiden Joko Widodo menginstruksikan supaya tarif Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tes PCR untuk mendeteksi Covid-19 diturunkan. Satu persatu klinik dan laboratorium di Jawa Timur pun mematuhi instruksi tersebut. Meski demikian, warganet curhat bahwa harga tersebut masih tergolong mahal.

2021-08-20 14:23:00
Covid-19
Advertisement

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar tarif Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tes PCR untuk mendeteksi Covid-19 diturunkan. Satu persatu klinik dan laboratorium di Jawa Timur pun mematuhi instruksi tersebut.

“Alhamdulillah, kurang dari 24 jam satu persatu klinik dan laboratorium di Jawa Timur mulai melakukan penyesuaian tarif sesuai arahan Presiden yakni maksimal Rp495.000,” tulis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui akun Instagramnya @khofifah.ip, Kamis (19/8/2021).

Advertisement

Upaya Percepat Testing

Tarif tes PCR tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri atau mandiri. Penyesuaian tarif tersebut diharapkan bisa mempercepat testing untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Saya akan memantau secara berkelanjutan faskes-faskes penyedia layanan PCR lainnya untuk segera melakukan penyesuaian tarif. Semoga kebijakan ini bisa semakin mempercepat testing guna menekan Covid-19,” lanjut gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Advertisement

Curhat Warganet

Meskipun tarif tes PCR telah diturunkan, hal itu tak serta merta bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Masih mahal bu. 490rebu bisa buat makan seminggu,” komentar pemilik akun Instagram @faisallakbaar.

“Turun segitu dan tiba-tiba mau tanpa ada protes? emang gila bisnis ini,” tulis @danny_reef.

“Berikan subsidi dan tambah jumlah petugas laboratorium agar dapat menekan harga lebih jauh bu,” komentar @abeltasmannn.

“Gak punya uang buat swab... buat makan aja dicukup-cukupin,” tulis pemilik akun Instagram @kindra0811.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.