LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Kisah Raja Airlangga Selamat dari Kejaran Musuh, Pergi ke Daerah Religius Ini

Raja Airlangga memilih pergi ke kawasan Jombang dan Lamongan menyelamatkan diri dari kejaran Raja Wurawari. Ia diduga memilih daerah tersebut lantaran pertimbangan spiritual.

2021-09-08 11:00:00
Jawa Timur
Advertisement

Kisah pelarian Raja Airlangga dari invasi Raja Wurawari asal Lwaram (sekarang wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah) tertuang dalam Prasasti Pucangan. Beberapa ahli meyakini prasasti tersebut ditemukan di Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto.

Namun, sekitar 200 tahun silam, Prasasti Pucangan dibawa Thomas Rafles ke museum di Kalkuta, India.

Advertisement

Invasi Raja Wurawari

Raja Wurawari meluluhlantakkan Kerajaan Medang yang beribu kota di Watan (sekarang diperkirakan daerah Maospati, Magetan). Serangan pasukan Raja Wurawari menewaskan Dharmawangsa Tguh, Raja Medang periode 991-1007 masehi yang merupakan paman sekaligus mertua Airlangga.

Advertisement

Saat itu, Raja Airlangga berada di Kerajaan Medang karena memperistri putri Dharmawangsa Tguh, Galuh Sekar. Ia terpaksa kabur ke hutan untuk menyelamatkan diri dari kejaran Wurawari. Saat itu, Raja Airlangga ditemani pembantunya, Mpu Narotama.

Lari ke Daerah Ini

Prasasti Pucangan tidak menjelaskan di mana tempat persembunyian Raja Airlangga. Prasasti tersebut hanya menyebutkan bahwa Airlangga kabur ke hutan bersama Mpu Narotama. Namun, Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho memiliki pendapat sendiri tentang tempat pelarian pendiri Kerajaan Kahuripan tersebut.

"Dilihat dari Prasasti Patakan dan Pamwatan bahwa Airlangga ketika kerajaannya diserang melarikan diri ke Pataan. Kenapa kok larinya ke sana? Tentunya kami duga kuat terkait dukungan spiritual. Karena wilayah Jombang utara dan Lamongan selatan basis resi dan pertapa, baik aliran Hindu maupun Budha," ujar Wicaksono, Minggu (5/9/2021), mengutip dari akun Instagram @lamongan.update.

Sebagai informasi, Prasasti Patakan ditemukan di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Sedangkan Prasasti Pamwatan ditemukan di Desa Pamotan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Menurut Wicaksono, teori tempat persembunyian Raja Airlangga di Pataan didukung sekelumit data tentang Mpu Bharada. Guru spiritual Airlangga itu konon bertapa di wilayah yang sama.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.