Ketahui Kepanjangan IDR dan Pengertiannya, Baca Lebih Lanjut
Saat Anda sedang berbelanja online atau membaca berita-berita mengenai masalah ekonomi, Anda pasti akan menemukan kata IDR. Kata IDR biasanya akan diikuti dengan nominal angka, yang menyatakan harga atau jumlah uang yang sedang dibicarakan. Lantas, apa sebenarnya kepanjangan dari IDR itu? Ini selengkapnya.
Saat Anda sedang berbelanja online atau membaca berita-berita mengenai masalah ekonomi, Anda pasti akan menemukan kata IDR. Kata IDR biasanya akan diikuti dengan nominal angka, yang menyatakan harga atau jumlah uang yang sedang dibicarakan. Lantas, apa sebenarnya kepanjangan dari IDR itu?
Rupanya, kepanjangan IDR adalah Indonesia Rupiah. Rupiah adalah mata uang resmi negara Indonesia. IDR adalah kode mata uang unik rupiah Indonesia di bawah kode ISO 4217. Masyarakat saat ini telah menggunakan IDR secara luas saat mendeskripsikan harga suatu barang/jasa.
Rupiah (IDR) pertama kali tersedia pada tahun 1946 di samping mata uang lainnya juga beredar. Pada tahun 1950 ia lalu menjadi mata uang resmi Indonesia ketika Belanda mengakui kemerdekaannya. Rupiah mengalami penurunan yang stabil di bawah struktur nilai tukar tetap, terkelola, dan mengambang bebas dari 3,8/USD menjadi di bawah 16.800 selama krisis keuangan Asia.
Berikut penjelasan selengkapnya, dilansir dari investopedia.com.
Pengertian IDR
Seperti yang telah disebutkan di atas, kepanjangan IDR adalah Indonesia Rupiah. IDR sering kali ditulis dengan simbol atau singkatan Rp, dan dikendalikan oleh Bank Indonesia.
Rupiah Indonesia pertama kali terlihat dan beredar pada Oktober 1946. Pada saat itu, Rupiah merupakan salah satu dari sejumlah mata uang yang beredar di pasaran.
Mata uang lain yang beredar sebelum dan bersamaan dengan awal kemunculan Rupiah adalah gulden Hindia Belanda, gulden versi Jepang, dan lain-lain.
Antara tahun 1950 dan 1951, mata uang lainnya turun dan IDR menjadi satu-satunya mata uang resmi Indonesia setelah merdeka dari kolonialisasi Belanda. Pada tahun 1965, uang kertas rupiah yang baru diperkenalkan.
Fluktuasi IDR
Antara tahun 1949 dan 1952, nilai tukar untuk IDR adalah 3,8 per dolar AS (USD). Negara memperkenalkan tarif yang berbeda untuk impor (11,4) dan ekspor (7,6) pada tahun 1950, meskipun ini kemudian dibatalkan dan tarif 3,8 diperkenalkan kembali.
Pada tahun 1952, mata uang tersebut devaluasi menjadi Rp 11,4 per USD. Pemerintah terus mencoba pendekatan tarif yang berbeda untuk menstabilkan mata uang dan mendatangkan pendapatan, tetapi gagal.
Sementara kurs resmi masih 11,4, di pasar gelap mata uang telah jatuh ke 31/USD pada tahun 1956 dan Rp90/USD pada tahun 1958.
Saat mencari kutipan mata uang, kurs biasanya akan diberikan sebagai USD/IDR. Tarif yang sesuai, seperti contoh 14.234, berarti biayanya adalah Rp 14.234 untuk membeli satu USD.
Untuk mengetahui berapa nilai satu Rupiah dalam USD, bagilah satu dengan nilai tukar. Misalnya, jika nilainya 14.200, bagi satu dengan 14.200 untuk mendapatkan 0,00007. Ini adalah nilai tukar IDR/USD, artinya $0,00007 sama dengan satu IDR.