LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Ketahui Fungsi Garam untuk Kesehatan, Bantu Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Sejumlah garam secara alami ditemukan di sebagian besar makanan. Garam juga sering ditambahkan ke makanan untuk meningkatkan rasa. Berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi garam bagi kesehatan tubuh yang menarik untuk Anda ketahui.

2021-03-19 14:02:00
Info Kesehatan
Advertisement

Garam atau natrium klorida (NaCl) terdiri dari 40% natrium dan 60% klorida. Garam sejauh ini merupakan sumber natrium terbesar. Beberapa jenis garam ada yang mengandung sejumlah kecil kalsium, kalium, besi dan seng. Yodium juga sering ditambahkan ke garam meja.

Mineral esensial dalam garam bertindak sebagai elektrolit penting dalam tubuh. Mereka membantu keseimbangan cairan, transmisi saraf dan fungsi otot. Sejumlah garam secara alami ditemukan di sebagian besar makanan. Garam juga sering ditambahkan ke makanan untuk meningkatkan rasa.

Secara historis, garam digunakan untuk mengawetkan makanan. Jumlah yang tinggi dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang menyebabkan makanan menjadi busuk. Garam dipanen dengan dua cara utama, yakni dari tambang garam dan dengan menguapkan air laut atau air kaya mineral lainnya.

Advertisement

Terdapat banyak jenis garam yang tersedia. Varietas umumnya adalah garam meja biasa, garam merah muda Himalaya dan garam laut. Jenis garam yang berbeda dapat bervariasi dalam rasa, tekstur dan warna. Berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi garam bagi kesehatan tubuh yang menarik untuk Anda ketahui melansir dari everydayhealth.

1. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Fungsi garam untuk kesehatan yang pertama adalah untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. Garam diketahui mampu meningkatkan level hidrasi yang sehat dan keseimbangan elektrolit. Hal ini tentunya diperlukan agar organ-organ dalam tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Advertisement

Sel, otot, dan jaringan tubuh manusia membutuhkan air, dan garam membantu bagian tubuh ini mempertahankan jumlah cairan yang tepat. Hidrasi yang tidak memadai dapat menyebabkan dehidrasi, membuat Anda lebih rentan mengalami kram otot, pusing, dan kelelahan.

2. Jaga Fungsi Tiroid

Fungsi garam untuk kesehatan yang kedua adalah untuk menjaga fungsi tiroid. Tiroid memainkan peran penting dalam metabolisme. Untuk itu, agar tiroid berfungsi dengan baik tubuh membutuhkan mineral yodium, yang ditemukan di banyak makanan. Kekurangan yodium dapat mencegah tubuh memproduksi hormon tiroid yang cukup.

Gejala defisiensi meliputi pembesaran tiroid, sembelit, kesulitan berpikir, kelelahan, dan kepekaan terhadap dingin. Karena yodium juga ditambahkan ke sebagian besar garam (diberi label "beryodium"), menambahkan garam beryodium dalam makanan dapat membantu menjaga fungsi tiroid dengan baik.

3. Cegah Darah Rendah

Fungsi garam untuk kesehatan yang ketiga adalah untuk membantu mencegah tekanan darah rendah. Jumlah garam atau natrium yang tidak mencukupi dalam makanan Anda diketahui dapat menyebabkan tekanan darah rendah (hipotensi), dengan pembacaan di bawah 90/60 milimeter merkuri (mmHg).

Jika salah satu angkanya rendah, maka tekanan darah dianggap rendah. Tanda-tanda tekanan darah rendah termasuk pusing, mual, pingsan, dan penglihatan kabur.

4. Perbaiki Gejala Fibrosis Kistik

Fungsi garam untuk kesehatan yang lainnya adalah untuk membantu memperbaiki gejala fibrosis kistik. Orang yang hidup dengan fibrosis kistik kehilangan lebih banyak garam dalam keringat mereka daripada orang sehat pada umumnya.

Penderita fibrosis kistik membutuhkan lebih banyak air dan garam dalam makanannya untuk menghindari dehidrasi. Jika Anda mengalami kondisi ini, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui berapa banyak garam yang Anda butuhkan setiap hari berdasarkan tingkat aktivitas Anda. Persyaratannya dapat bervariasi, tetapi beberapa orang mungkin membutuhkan hingga 6.000 miligram (mg) natrium per harinya.

Bahaya Kekurangan Garam

Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa diet rendah garam bisa sangat berbahaya. Seperti yang dilansir dari healthline.com, efek kesehatan negatif akibat konsumsi garam yang rendah adalah:

  • Peningkatan kolesterol LDL dan trigliserida: Pembatasan garam telah dikaitkan dengan peningkatan LDL (kolesterol "jahat") dan trigliserida.
  • Penyakit jantung: Beberapa penelitian melaporkan bahwa kurang dari 3.000 mg natrium per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung.
  • Gagal jantung: Satu analisis menemukan bahwa membatasi asupan garam meningkatkan risiko kematian bagi penderita gagal jantung. Efeknya mengejutkan, dengan risiko kematian 160% lebih tinggi pada individu yang mengurangi asupan garam.
  • Resistensi insulin: Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa diet rendah garam dapat meningkatkan resistensi insulin.
  • Diabetes tipe 2: Satu studi menemukan bahwa pada pasien diabetes tipe 2, kurangnya garam atau natrium dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian.

Bahaya Kelebihan Garam

Selain bahaya kekurangan garam yang telah disebutkan di atas, ada juga bahaya kelebihan garam yang patut Anda waspadai, yakni:

  • Meningkatkan retensi air: mengonsumsi garam terlalu banyak dapat membuat ginjal tidak dapat menyaring kelebihan natrium dari aliran darah. Sodium lantas menumpuk di sistem, dan tubuh menahan air ekstra dalam upaya untuk mengencerkan natrium. Kondisi ini bisa menyebabkan retensi air dan kembung.
  • Merusak kesehatan kardiovaskular: kelebihan air dalam tubuh dapat menambah tekanan pada jantung dan pembuluh darah Anda, memicu tekanan darah tinggi. Ini adalah penyebab utama serangan jantung dan stroke. Risiko penyakit jantung lebih tinggi bila diet tinggi natrium dibarengi dengan diet rendah kalium. Kalium membantu mengeluarkan natrium dari tubuh Anda dan membantu melemaskan pembuluh darah.
  • Risiko osteoporosis lebih tinggi: semakin banyak garam yang Anda konsumsi, semakin banyak kalsium yang hilang melalui buang air kecil. Dan sayangnya, jika Anda tidak memiliki cukup kalsium dalam makanan, tubuh akan mengambilnya dari tulang dan malah meningkatkan risiko masalah tulang, seperti osteoporosis.
  • Tingkatkan risiko kanker perut: terdapat bukti yang menunjukkan bahwa diet tinggi garam meningkatkan risiko kanker perut, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2014 di jurnal Cancer Treatment and Research, dan penelitian sebelumnya yang diterbitkan di British Journal of Cancer.
(mdk/edl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.