Kerusakan Lingkungan Hidup Adalah Penurunan Mutu Lingkungan, Pahami Penyebabnya
Kerusakan lingkungan hidup adalah penurunan mutu lingkungan. Kerusakan lingkungan hidup adalah hal yang tak bisa lagi dihindari dewasa ini.
Kerusakan lingkungan hidup adalah penurunan mutu lingkungan. Kerusakan lingkungan hidup adalah hal yang tak bisa lagi dihindari dewasa ini. Manusia sangat berperan besar dalam kerusakan lingkungan yang semakin marak. Hal ini terbukti dari sebagian besar bencana alam yang tidak hanya terjadi karena faktor alami, tetapi juga karena ulah manusia.
Kerusakan lingkungan hidup adalah mulai hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem lainnya. Manusia dan lingkungan hidup memang merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Keduanya saling memengaruhi satu sama lain. Meski demikian, pengaruh alam terhadap manusia sifatnya lebih pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam bersifat aktif.
Artinya, dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, aktivitas yang dilakukan manusia terhadap alam cenderung lebih menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan itu sendiri. Untuk memahami apa itu kerusakan lingkungan, ada baiknya Anda mengerti terlebih dulu akan makna dari kerusakan lingkungan hidup adalah penurunan mutu lingkungan, apa saja faktor penyebabnya, dan lain-lain.
Dilansir dari berbagai sumber, ini penjelasan lengkap kerusakan lingkungan hidup adalah penurunan mutu lingkungan.
Pengertian Kerusakan Lingkungan Hidup
Menurut Undang-undang RI tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup No: 32 Tahun 2009, kerusakan lingkungan hidup adalah perubahan langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.
Mengutip laman Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Buleleng, kerusakan lingkungan hidup adalah proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem.
Pengertian lain dari kerusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat-sifat fisik atau hayati yang mengakibatkan lingkungan menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan yang berkesinambungan.
Kerusakan lingkungan hidup dapat mengakibatkan suatu perubahan sifat-sifat dan unsur-unsur lingkungan. Hal ini membuat peran serta arti penting lingkungan bagi kehidupan secara umum menjadi terganggu, bahkan tidak berfungsi lagi.
Penyebab Kerusakan Lingkungan
Penyebab kerusakan lingkungan hidup secara umum bisa dikategorikan dalam dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia sebagaimana berikut;
1. Faktor Alam
Kerusakan lingkungan hidup karena faktor alam terjadi karena adanya bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan gunung meletus. Banjir adalah bencana alam yang terjadi karena faktor alam, misalnya karena hujan yang terus-menerus.
Curah hujan seperti ini akan membuat sungai meluap atau membuat tanggul jebol karena tidak mampu lagi menampung debit air. Banjir dapat membuat bangunan dan tempat tinggal makhluk hidup rusak, lapisan tanah yang subur hilang terbawa air, serta tanaman-tanaman rusak.
Sementara itu, gempa bumi adalah faktor alam lain yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Gempa terjadi karena adanya pergerakan lempeng bumi atau aktivitas gunung berapi dan dampaknya bergantung pada besarnya kekuatan gempa.
Gempa bumi dapat mengakibatkan banyak bangunan yang roboh, tanah longsor, dan terputusnya jalur transportasi. Bahkan jika kekuatan gempa yang terjadi sangat besar, kemungkinan akan menimbulkan tsunami.
Meletusnya gunung merapi juga merupakan penyebab lain dari kerusakan lingkungan hidup. Saat meletus, gunung berapi akan mengeluarkan abu vulkanik, lahar, lava, uap panas, dan material lainnya yang dapat merusak lingkungan. Letusan gunung berapi juga mengakibatkan gangguan pernapasan, gas beracun, hingga mematikan lingkungan sekitar.
2. Faktor Manusia
Penyebab kerusakan lingkungan hidup yang kedua adalah karena faktor ulah manusia seperti suka membuang sampah sembarangan, pengelolaan limbah industri yang asal-asalan, hingga penebangan hutan secara liar.
Ya, hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan, terutama di sungai, laut, hingga selokan. Sampah-sampah yang menumpuk di tempat yang tidak tepat ini nantinya akan mengakibatkan banjir jika musim penghujan tiba.
Sementara, ada juga masalah pada pengelolaan limbah industri hingga limbah rumah tangga yang sembrono. Jika tidak dikelola dengan tepat, pada akhirnya limbah-limbah ini akan merusak kondisi lingkungan hidup sekitar.
Pun demikian dengan penebangan hutan yang dilakukan secara liar dan ilegal. Saat ini, luas hutan di Indonesia semakin berkurang akibat maraknya aksi penebangan liar. Hutan yang gundul tidak dapat meresap dan menahan aliran air hujan sehingga dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Cara Mencegah Kerusakan Lingkungan Hidup
Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk membantu mengatasi kerusakan lingkungan, dilansir dari conserve-energy-future.com;
1. Hentikan Deforestasi
Untuk mengurangi dampak buruk dari degradasi atau kerusakan lingkungan hidup, menghentikan deforestasi sangat penting untuk sistem lingkungan. Penebangan atau pembakaran pohon tak boleh dilakukan dengan sembrono karena pohon menyimpan gas rumah kaca, menghasilkan oksigen dan merupakan habitat alami bagi banyak hewan dan tumbuhan, yang dapat menjadi terancam punah jika hutan dihancurkan. Kampanye penghijauan yang ekstensif harus diluncurkan untuk kepentingan perlindungan lingkungan. Langkah positif selanjutnya dapat dilakukan melalui reboisasi atau penghijauan.
2. Pertegas Peraturan Pemerintah
Pemerintah harus memerlukan intervensi dan penetapan kerangka kerja setiap kali ada masalah yang mengarah pada degradasi lingkungan yang signifikan. Pemerintah dapat menetapkan pajak tinggi untuk kegiatan yang membahayakan planet dan mendukung perilaku ramah lingkungan dengan subsidi keuangan. Cara ini juga akan memaksa industri dan swasta untuk menghindari kegiatan yang mengarah pada degradasi lingkungan.
3. Denda dan Hukuman Untuk Pembuangan Ilegal
Harus diberlakukan juga denda tinggi dalam hal pembuangan ilegal untuk mengurangi konsekuensi ekologis yang merugikan. Orang-orang dan industri akan terus membuang sampah mereka secara ilegal karena mereka tahu bahwa bahkan jika mereka tertangkap, hukuman yang akan diterima tidaklah seberapa. Oleh karena itu, menaikkan denda untuk pembuangan ilegal diharapkan dapat meningkatkan insentif untuk membuang sampah di tempat pembuangan sampah resmi.
4. Kurangi Tingkat Konsumsi
Sudah menjadi hal yang penting untuk mengurangi tingkat konsumsi kita. Masyarakat maju selalu mengupayakan barang elektronik terbaru, smartphone, dan pakaian paling trendi dan sebagainya. Namun, perilaku ini menyebabkan penipisan sumber daya yang besar dan produksi limbah yang berlebihan. Untuk itu masyarakat harus menurunkan tingkat konsumsi secara signifikan untuk menghindari konsekuensi ekologis yang merugikan.
5. Recycling dan Kurangi Timbunan Sampah
Anda dapat mengurangi produksi limbah dengan menggunakan barang dan makanan Anda secara lebih efisien. Jika Anda ingin menyingkirkan hal-hal lama tetapi masih berfungsi, berkreasilah untuk memberikan tampilan baru atau menggunakannya dengan cara lain. Dengan demikian, hal-hal materi akan digunakan lebih efektif. Jika tidak dapat digunakan lagi, pisahkan dan berikan untuk didaur ulang.
6. Hindari Penggunaan Plastik
Sampah plastik adalah masalah lingkungan besar yang mengarah pada polusi plastik yang signifikan dan degradasi planet. Untuk mengurangi sampah plastik, hindari membeli barang dengan pembungkus atau kemasan plastik, jangan menggunakan kantong plastik sekali pakai, gelas, piring, wadah, peralatan makan, dll. Sebaliknya, bawalah barang-barang Anda sendiri yang dapat digunakan kembali secara berulang.
7. Tingkatkan Pendidikan
Sangat penting bahwa anak-anak harus mengetahui tentang konsekuensi lingkungan yang merugikan dari perilaku kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang dapat meningkatkan jejak ekologis. Pendidikan mengenai hal ini harus dimulai sejak dini di sekolah. Anak-anak biasanya lebih bersemangat untuk mempelajari hal-hal baru dan mengubah perilakunya dibandingkan dengan orang dewasa.
Anak-anak lebih mungkin untuk bertindak dengan cara yang ramah lingkungan ketika mereka tumbuh dewasa, dan mereka dapat meyakinkan orang tua untuk berperilaku dengan cara yang lebih ramah lingkungan.