Kasus Covid-19 di Madura Meningkat, Tim Gabungan Gencarkan Vaksin dari Rumah ke Rumah
Tim gabungan yang terdiri dari TNI dan petugas medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Jawa Timur kembali menggencarkan vaksin Covid-19 dari rumah ke rumah menyusul meningkatnya kasus aktif Covid-19 di sejumlah kabupaten di Madura akhir-akhir ini. Ini fakta selengkapnya.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI dan petugas medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Jawa Timur kembali menggencarkan vaksin Covid-19 dari rumah ke rumah menyusul meningkatnya kasus aktif Covid-19 di sejumlah kabupaten di Madura akhir-akhir ini.
“Di beberapa daerah ada yang mengalami peningkatan kasus aktif, sehingga upaya jemput bola dalam mencegah penyebaran perlu dilakukan," ujar Komandan Kodim 0828 Sampang Letkol Czi Suprobo Harjo Subroto di Sampang, Jawa Timur, Minggu (24/7/2022).
Oleh karena itu, para personel TNI digerakkan untuk membantu petugas kesehatan melakukan vaksinasi bagi warga Kabupaten Sampang yang belum divaksin Covid-19.
Kerja Sama
©2020 REUTERS
Menurut Dandim, diperlukan upaya serentak dan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sampang. Termasuk datang secara langsung ke rumah-rumah warga.
"Koramil kami instruksikan untuk mengawal dengan menggerakkan para personel yang bertugas di masing-masing desa," ujarnya, mengutip dari ANTARA.
Pada Minggu (24/7/2022), vaksinasi Covid-19 dari rumah ke rumah digelar Koramil Camplong, Sampang bersama juru vaksin dari Puskesmas Camplong.
Tim gabungan mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan vaksinasi Covid-19, termasuk menyampaikan sosialisasi tentang pentingnya meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, termasuk virus Covid-19.
Ada Warga Menolak Divaksin
Babinsa Camplong Serma Mu'i menjelaskan, saat mendatangi rumah-rumah warga di Desa Camplong, ada warga yang menolak divaksin karena berbagai alasan.
"Bagi yang menolak, kami memberikan penjelasan, vaksin itu bukan untuk membunuh, tetapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menciptakan kekebalan komunitas," jelasnya.
Anggota TNI ini lalu mencontohkan seperti wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Di sini kan ada sapi yang tidak terkena penyakit setelah divaksin, meskipun di kandang tetangga ada terserang penyakit?, Nah, vaksin Covid-19 fungsinya sama seperti vaksin PMK itu," imbuhnya.
Ternyata setelah dia mencontohkan wabah PMK pada sapi, banyak warga yang bersedia disuntik vaksin Covid-19.
"Bagi warga desa di sini mengambil contoh penyakit pada sapi, lebih ampuh. Dulu sulit sekali menyadarkan," kata Mu'i.
Sementara itu, berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sampang, hingga 23 Juli 2022, jumlah warga yang terpapar Covid-19 sebanyak 3.580 orang. Rinciannya, sebanyak 3.414 orang sembuh, 165 orang meninggal dunia, dan jumlah kasus aktif sebanyak satu orang.