Jadi WNI Pertama yang Kerja di Tesla Jerman, Kevin Nizam Ceritakan Perjuangannya
Kevin Nizam Nabila (25), pemuda asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi warga negara Indonesia (WNI) pertama yang bekerja di perusahaan perakitan mobil Tesla milik Elon Musk. Begini perjuangannya.
Kevin Nizam Nabila (25), pemuda asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi warga negara Indonesia (WNI) pertama yang bekerja di perusahaan perakitan mobil Tesla milik Elon Musk.
Pemuda kelahiran tahun 1997 itu diketahui melamar kerja di Tesla Jerman pada 2021 silam.
Saat itu, Tesla belum rampung mengurus perizinan operasi ke Pemerintah Jerman.
Selanjutnya, ia mulai bekerja di Tesla per 16 Mei 2022 dan menjabat sebagai junior production engineer.
Bangga
Pemuda yang menamatkan pendidikan sarjana di Technical University Brandenburg Jerman itu bertugas dalam manufaktur serta mengoperasikan robot produksi untuk menjaga kualitas produksi Tesla model Y.
“Bangga bisa menjadi pegawai Tesla apalagi baru Kevin orang Indonesia pertama di sini," tutur Kevin, dikutip dari akun Instagram @wisatajember_
Ia pun menjelaskan bagaimana proses rekrutmen pegawai di Tesla milik Elon Musk itu. Lulus pendidikan sarjana pada Juni 2021, Kevin mengirim lamaran ke Tesla. Tidak hanya itu, ia juga menulis esai sesuai posisi yang hendak dilamarnya.
Pada bulan September 2021, ia pun mendapat undangan wawancara kerja. Lalu disambung dengan tahap seleksi tes dasar elektro dan produksi mobil.
Pengalaman
Kevin mengaku dapat melalui serangkaian seleksi masuk Tesla karena pengalaman sebelumnya.
“Saya dapat melaluinya dengan baik karena memiliki pengalaman magang sebelum masuk kuliah, di Mercedes Benz di kota Rastatt, Jerman," ungkapnya.
Ia menempuh pendidikan sarjana di Technical University Brandenburg Jerman pada 2017 hingga 2021. Di sana, Kevin mengambil spesialisasi teknik elektro dan manajemen.
Kini, selain bekerja di Tesla, Kevin juga disibukkan dengan aktivitasnya menjadi mahasiswa master di University of Applied Science Brandenburg.
Ingin Pulang ke Indonesia
©2022 Merdeka.com
Mahasiswa yang aktif dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) itu berharap bisa kembali ke Tanah Air, terutama setelah ia menjadi ahli di Tesla.
“Saya akan mencoba mengambil program lanjutan dari perusahaan untuk menjadi tenaga ahli di bidang baterai mobil listrik," paparnya.
Dirinya berharap, teknologi di Indonesia berkolaborasi dengan banyak perusahaan luar negeri dan para tenaga ahli. Hal ini bertujuan sebagai bagian dari integrasi dan modernisasi industri teknologi di Indonesia.
“Serta menambahkan anggaran lebih untuk melakukan riset di bidang teknologi," tandas Kevin.
(mdk/rka)