Hujan Deras Guyur Probolinggo, Tak Berhenti-berhenti Sebabkan 11 Desa Banjir Bandang
Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Kamis pukul 04.30 hingga 12.10 WIB. Begini ujungnya.
Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Kamis pukul 04.30 hingga 12.10 WIB.
Hujan dengan durasi cukup panjang itu menyebabkan debit air sungai meluap ke permukiman warga 11 desa di Kecamatan Gending dan Kecamatan Pajarakan.
"Banjir genangan setinggi 50 hingga 60 cm dan tanggul jebol terjadi di Dusun Buyut, Desa Gending, Kecamatan Gending dan Kecamatan Pajarakan," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga.
Desa Terdampak
©2022 Merdeka.com/Instagram @bpbdkabprob
Dari 11 desa yang terendam banjir, sebanyak enam desa berada di Kecamatan Gending yakni Desa Gending, Jatiadi, Pesisir, Klaseman, Brumbungan Lor dan Bulang. Lalu, lima desa di Kecamatan Pajarakan, yakni Desa Karangpranti, Karanggeger, Sukokerto, Gejugan, dan Penambangan.
"Di Desa Gending ada dua dusun yang terdampak banjir yakni Dusun Krajan tercatat sebanyak 140 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir genangan dan Dusun Buyut sebanyak 70 KK," jelas Sugeng, dikutip dari Antara.
Di Desa Bulang juga ada dua dusun yang terdampak yakni Dusun Langai 1 dan Langai 2 dengan total warga terdampak sebanyak 60 KK. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Penanggulangan
Menindaklanjuti bencana alam tersebut, Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) menuju lokasi untuk melakukan asesmen.
"Warga setempat membersihkan rumah di lingkungan masing-masing karena banjir perlahan-lahan surut. Kami akan mengagendakan kerja bakti untuk membersihkan rumah warga yang terdampak banjir di dua kecamatan itu," ujar Sugeng.
Selain menggenangi area perumahan warga, banjir tersebut juga berdampak pada kemacetan jalan raya di Kecamatan Gending yang merupakan jalur pantura menuju Kabupaten Situbondo.
(mdk/rka)