LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Harga Tanah Kota Batu Menjulang Tinggi, Milenial Khawatir Tak Bisa Beli

Harga tanah di Kota Batu mengalami kenaikan hingga membuat sebagian masyarakat khususnya milenial khawatir tak bisa beli. Ini penyebabnya.

2023-02-13 10:34:00
Jatim
Advertisement

Seiring waktu, harga tanah dan properti di berbagai daerah terus mengalami kenaikan hingga membuat sebagian masyarakat khawatir, salah satunya terjadi di Kota Batu, Jawa Timur.

Tak pelak, harga tanah di daerah yang dikenal sebagai kota wisata itu kian tahun kian mahal. Hal itu membuat tidak semua masyarakat mampu membelinya.

Bahkan, tidak sedikit aset tanah di Kota Batu yang dijual ke orang luar daerah. Hal ini sangat disayangkan masyarakat setempat.

Advertisement

Milenial Khawatir

wikimedia.org ©2022 Merdeka.com

Advertisement

Saat ini, harga tanah di Kota Matu boleh disebut gila-gilaan. Bagaimana tidak, pada sejumlah lokasi strategis harga tanah menembus angka belasan hingga puluhan juta per meter persegi.

Harga tanah di Kota Batu yang terus menunjukkan tren kenaikan ini membuat sebagian masyarakat khawatir, salah satunya generasi milenial. Mereka khawatir tidak mampu beli tanah jika harganya terus melonjak.

“Namun sebagian dari masyarakat optimistis mampu membeli di kemudian hari,” tulis akun Instagram @malangraya_info, Minggu (12/2/2023).

Penyebab Harga Tanah Mahal

Sindi Vitri (23), salah satu warga Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu mengungkapkan bahwa kini harga tanah di sekitar rumahnya sekitar Rp2 juta per meter persegi.

“Beberapa tahun lalu harga Rp1,5 juta per meter dan posisinya di dalam serta akses mobil sulit,” jelasnya.

Dia menambahkan, salah satu penyebab harga tanah di sekitar tempat tinggalnya mengalami kenaikan karena banyaknya pembangunan homestay.

”Misal dibuka harga sekian, kalau ditawarkan ke orang luar kota juga tetap mau meskipun dinaikkan karena mereka mikirnya investasi,” katanya.

Sindi mengaku menyayangkan mudahnya izin yang dikantongi masyarakat luar daerah untuk membeli tanah di Kota Apel. Pasalnya, itu membuat masyarakat lokal tidak mampu bersaing dengan harga tanah di wilayah setempat.

 “Kalau untuk dibangun pariwisata mungkin oke lah,” tandasnya.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.