LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar, Ini Kabar Terbarunya

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 10 kali pada Minggu (7/2/2021). Begini kabar terbarunya.

2021-02-07 14:45:00
Jawa Timur
Advertisement

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 10 kali pada Minggu (7/2/2021). Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, guguran lava pijar itu memiliki jarak luncur maksimum satu kilometer.

"Teramati guguran dan guguran lava pijar 10 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong," jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida. Ini merujuk pada kondisi Gunung Merapi selama periode pengamatan dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, seperti melansir dari ANTARA (7/2).

Advertisement

27 Kali Gempa Guguran

©2021 Merdeka.com/Instagram @bpptkg

Selama periode pengamatan tersebut, Gunung Merapi juga mengalami 27 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-11 mm selama 11.4-52.2 detik. Serta dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 6 mm selama 7.6-9.4 detik. Sementara itu, asap tidak teramati keluar dari puncak kawah Gunung Merapi selama periode pengamatan tersebut.

Advertisement

Sebelumnya, pada periode pengamatan Sabtu (6/2) pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi tercatat meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 12 kali dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter ke arah barat daya.

Status Siaga

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Sementara itu, potensi bahaya akibat guguran lava dan awan panas diperkirakan meliputi sektor selatan-barat daya. Di antaranya mencakup kawasan Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.