Gejala Gangguan Kepribadian Histrionik, Simak Ulasan Lengkapnya
Gangguan kepribadian histrionik adalah kondisi mental yang ditandai oleh emosi yang tidak stabil, citra diri yang terdistorsi dan keinginan luar biasa untuk diperhatikan. Lantas, apa saja gejala gangguan kepribadian histrionik dan apa penyebabnya? Dilansir dari berbagai sumber, ini dia informasinya.
Gejala gangguan kepribadian histrionik perlu diwaspadai. Gangguan kepribadian histrionik adalah kondisi mental yang ditandai oleh emosi yang tidak stabil, citra diri yang terdistorsi dan keinginan luar biasa untuk diperhatikan. Penderita gangguan kepribadian histriotik seringkali berperilaku dramatis atau berlebihan demi mendapatkan perhatian.
Penderita gangguan kepribadian histrionik biasanya tampak sangat dramatis, teatrikal, dan suka pencarian persetujuan dari orang lain. Mereka tampak ceria dan bahagia, namum bisa melakukan hal-hal yang memalukan, mengekspresikan cinta, isak tangis, atau amarah yang berlebihan.
Gangguan kepribadian histrionik biasanya dimulai pada akhir usia remaja atau awal 20an. Wanita lebih sering didiagnosis mengalami gangguan kepribadian histrionik ini daripada pria.
Lantas, apa saja gejala gangguan kepribadian histrionik dan apa penyebabnya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut informasi gejala gangguan kepribadian histrionik.
Gangguan Kepribadian Histrionik
Sebelum mengetahui gejala gangguan kepribadian histrionik, pahami terlebih dahulu gangguan kepribadian histrionik. Gangguan kepribadian histrionik adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan emosi yang intens dan tidak stabil dan citra diri yang terdistorsi. Mengutip clevelandclinic.org, kata "histrionik" sendiri berarti "dramatis atau teater."
Bagi orang-orang dengan gangguan kepribadian histrionik, harga diri mereka tergantung pada persetujuan orang lain dan tidak berasal dari perasaan harga diri yang benar. Mereka memiliki keinginan luar biasa untuk diperhatikan dan sering berperilaku dramatis atau tidak tepat untuk mendapatkan perhatian.
Orang-orang dengan gangguan kepribadian histrionik seringkali tidak menyadari bahwa perilaku dan cara berpikir mereka mungkin bermasalah. Gangguan kepribadian histrionik adalah salah satu dari sekelompok kondisi yang disebut gangguan kepribadian "cluster B", yang melibatkan perilaku dramatis dan tidak menentu.
Gejala Gangguan Kepribadian Histrionik
Gejala gangguan kepribadian histrionik yang paling utama adalah emosi yang berlebihan, dangkal, seringkali sensual, untuk menarik perhatian orang lain pada diri mereka sendiri. Seseorang dengan gejala gangguan kepribadian histrionik umumnya memiliki gejala lain seperti:
1. Merasa kurang dihargai atau tertekan ketika mereka bukan pusat perhatian.
2. Memiliki emosi yang cepat berubah dan dangkal.
3. Bersikap dramatis dan sangat ekspresif secara emosional, bahkan sampai mempermalukan teman dan keluarga di depan umum.
4. Percaya bahwa dirinya sangat penting dalam kehidupan ini.
5. Bersikap genit dan suka menggoda.
6. Terlalu peduli dengan penampilan fisik.
7. Menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian pada diri mereka sendiri dengan mengenakan pakaian berwarna cerah atau pakaian yang terbuka.
8. Bertindak seksual secara tidak tepat dengan sebagian besar orang yang mereka temui, bahkan ketika orang-orang tersebut tidak tertarik secara seksual kepadanya.
9. Berbicara secara dramatis dan mengungkapkan pendapat yang lemah tetapi dengan beberapa fakta atau detail untuk mendukung argumentasinya.
10. Mudah diajak berhubungan seksual dan mudah dipengaruhi oleh orang lain, terutama oleh orang-orang yang mereka kagumi.
11. Berpikir bahwa mereka dengan orang lain lebih dekat dari biasanya.
12. Mengalami kesulitan menjaga hubungan, seringkali tampak palsu atau dangkal dalam interaksi mereka dengan orang lain.
13. Butuh kepuasan instan dan menjadi bosan atau frustrasi dengan sangat mudah.
14. Terus mencari validitas atau persetujuan orang lain.
Penyebab Gangguan Kepribadian Histrionik
Jenis gangguan kepribadian, termasuk gangguan kepribadian histrionik, adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling sulit untuk dipahami.
Studi yang telah dilakukan tentang histrionik dan gangguan kepribadian lainnya mengidentifikasi beberapa faktor penyebab yang dapat mengarah pada pengembangan histrionik atau gangguan kepribadian lainnya pada diri seseorang. Penyebab-penyebab itu adalah:
1. Genetika: Gangguan kepribadian histrionik cenderung diturunkan dalam keluarga, jadi para ilmuwan berpikir adanya hubungan genetik (diwariskan) dalam kondisi ini.
2. Trauma masa kanak-kanak: Anak-anak yang mengalami peristiwa trauma, seperti pelecehan anak atau kematian anggota keluarga, dapat mengalami gangguan atau masalah dalam perkembangan hidupnya yang pada akhirnya menjurus pada gangguan kepribadian.
3. Pola asuh: Anak-anak yang mengalami pola pengasuhan yang tidak memiliki batasan, terlalu memanjakan atau tidak konsisten lebih cenderung mengembangkan gangguan kepribadian histrionik. Selain itu, orang tua yang menunjukkan perilaku seksual yang dramatis, tidak menentu, tidak stabil, atau tidak pantas juga bisa membuat anak-anak mereka berisiko mengembangkan kondisi ini.