LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATIM

Dulu Usahanya Sepi, Sekarang Pria Kediri Ini Jadi Jutawan Bisnis Sayuran Hidroponik

Pandemi Covid-19 membuat bisnis bahan bangunan yang dikelola Imam Zarkasi sepi pembeli. Ia pun nekat banting setir dengan mencoba bisnis budi daya sayuran hidroponik. Tak disangka, kini ia jadi jutawan.

2021-03-21 10:20:00
Jatim
Advertisement

Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi sayuran sehat dan bebas pestisida semakin tinggi. Hal ini berimbas pada meningkatnya permintaan sayuran hidroponik di Kota Kediri, Jawa Timur.

Imam Zarkasi, salah seorang petani sayuran hidroponik di Kota Kediri merasakan dampak positif itu. Omzetnya per bulan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan.

"Kalau omzet rata-rata Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan. Sayuran (hidroponik) ini untuk memenuhi permintaan dari Kediri dan Surabaya," ujar Imam di Kota Kediri, Sabtu (21/3/2021).

Advertisement

Dulu Usahanya Sepi

Imam mengaku mulai menekuni usaha sayuran hidroponik sejak awal pandemi Covid-19. Saat itu, usaha bahan bangunan yang dikelolanya sepi. Ia pun terpaksa mengalihkan usahanya.

Ia nekat membangun pertanian sistem hidroponik di atas lahan seluas 10x15 meter. Di tempat itulah segala proses budidaya sayuran hidproponik berlangsung, mulai dari penyemaian bibit hingga pertumbuhan tanaman.

Advertisement

Sementara itu, sayuran yang dia tanam antara lain sawi pakcoy, bayam merah, kangkung, selada, dan beragam sayuran lain.

Butuh Perhatian

©Liputan6.com/Johan Tallo

Menurut Imam, mendirikan usaha budidaya sayuran hidroponik membutuhkan perhatian khusus. Pasalnya, budi daya ini termasuk hal baru bagi Imam sehingga dirinya harus belajar ekstra keras. Terbukti, praktik yang dibersamai dengan menggali pengetahuan terus-menerus mengenai budi daya sayuran hidroponik berbuah manis.

"Awalnya coba-coba dulu, kemudian 3-4 bulan ini mulai produksi dan lebih berhasil. Kami kejar nantinya usaha (omzet) di angka Rp10 juta per bulan," ujar Imam, dikutip dari Antara, Minggu (21/3).

Ia mengakui bahwasanya pasar sayuran hidroponik tidak terlalu sulit. Selain memenuhi permintaan warga sekitar, Imam juga menyetor ke sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Kediri. Bahkan, ia juga mengirim sayurannya ke Surabaya.

Usia panen sayuran yang ditanam beragam, antara 20 hingga 30 hari. Sayuran kangkung memiliki umur relative pendek yakni sekitar 20 hari sudah bisa dipanen.

"Kangkung ini lebih pendek, sekitar 20 hari panen. Saya fokusnya ke kangkung, pasarnya mudah. Pasti semua orang tahu dan hampir semua restoran ada menu sayur kangkung. Kalau selada, secara ekonomi juga bagus," imbuhnya

Berbagi Pengetahuan

Imam juga tidak segan berbagi pengetahuan mengenai budi daya tanaman hidroponik. Kini, ia sedang mempersiapkan lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk tempat pelatihan budi daya sayuran hidroponik.

Andik Sanjaya, petani hidroponik lain mengaku permintaan sayuran hidroponik semakin bagus. Dari lahan miliknya, setiap kali panen bisa menghasilkan hingga 15 kilogram sayuran, baik sawi pakcoy, kangkung, bayam merah, bayam brazil, atau beragam sayuran hidroponik lain.

Selain panen di lahan sendiri, sejumlah petani lain menjual sayuran kepadanya. Setiap kali mengirim barang bisa hingga 30 kilogram.

"Tanaman hidroponik ini sehat, tidak pakai bahan kimia. Namun, kami juga edukasi, agar ke depan tercipta petani milenial," ungkapnya.

Lebih Menguntungkan

©Liputan6.com/Johan Tallo

Agus Fatoni Tohari, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri mengatakan pertanian hidroponik di Kota Kediri berkembang cukup baik. Hingga kini, tercatat sekitar 30 orang warga Kota Kediri sudah melakukan budi daya tanaman hidroponik.

Dia mengaku mulai mendampingi petani hidroponik sekitar tahun 2018. Menurutnya, para petani semakin bersemangat karena tanaman yang dihasilkan cukup baik. Selain itu, dari segi pendapatan budi daya sayuran hidroponik lebih menguntungkan dibandingkan sistem pertanian konvensional.

Ia pun mendorong warga Kediri bisa mencoba budi daya ini. Selain tidak memerlukan lahan luas, sistem pertanian ini bisa menghasilkan sayuran yang sehat.

Sementara itu, budi daya sayuran hidroponik masih dibayang-bayangi ancaman hama seperti kutu daun. Untuk menghilangkan hama tersebut, ujar Agus, bisa menggunakan pestisida alami.

"Serangan hama yang serius itu kutu daun. Dia bersembunyi di bawah daun dan ada lalat daun juga. Kita bisa kendalikan manual atau menggunakan pestisida alami," pungkas Agus.

(mdk/rka)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.